Prediksi Juara Piala Dunia FIFA 2026 Menurut Studi Analisis Data

2 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Di era modern, prediksi juara Piala Dunia tidak lagi hanya bersandar pada analisis komentator senior, ramalan hewan ikonis, atau sekadar hitung-hitungan di atas kertas.

Kini, giliran Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan yang turun ke lapangan hijau.

Perusahaan konsultan Prancis AVISIA, yang mengkhususkan diri dalam analisis data dan kecerdasan buatan dan secara teratur berkolaborasi dengan Foot Mercato, telah merilis sebuah studi yang memproyeksikan peluang setiap tim nasional untuk memenangkan gelar juara dunia.

Model yang dikembangkan oleh perusahaan ini tidak hanya bergantung pada hasil terkini.

Penelitian ini menggabungkan ribuan titik data statistik yang terkait dengan kinerja ofensif dan defensif setiap tim, keberhasilan dalam kompetisi internasional, tingkat kebugaran pemain, kedalaman skuad, nilai pasar, dan kinerja individu dari bintang-bintang kunci.

Penelitian ini juga mempertimbangkan metrik canggih seperti gol yang diharapkan (xG), peluang yang diciptakan, penguasaan bola kembali, dan efisiensi di kedua area penalti.

Prancis dan Argentina Memimpin Proyeksi

Setelah memproses semua informasi ini, model tersebut mengidentifikasi Prancis dan Argentina sebagai negara favorit utama untuk mengangkat trofi pada 19 Juli di New Jersey. Kedua tim nasional tersebut diberi probabilitas 21% untuk menjadi juara dunia.

Dalam kasus Prancis, AI menyoroti salah satu serangan terkuat di turnamen ini, yang dipimpin oleh Ousmane Dembélé, Kylian Mbappé, dan Michael Olise. Skuad ini juga memiliki pertahanan yang solid dan tingkat kebugaran yang menurut studi tersebut termasuk yang terbaik di antara semua negara peserta.

Sementara itu, Argentina tetap menjadi pesaing utama berkat kekuatan kolektif yang dibangun oleh pelatih kepala Lionel Scaloni. Model tersebut menekankan kemampuan organisasi Lionel Messi, kekompakan tim, dan satu faktor penentu yakni efektivitas kiper Emiliano Martínez dalam situasi tekanan tinggi.

Spanyol, Brasil, dan Portugal Melengkapi Kandidat Utama

Di belakang mereka ada Spanyol, dengan peluang 20% untuk memenangkan gelar. Tim Spanyol menonjol karena gaya permainan berbasis penguasaan bola, kualitas lini tengahnya, dan kepemimpinan Rodri, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia pada posisinya.

Selanjutnya ada Brasil dan Portugal, keduanya dengan probabilitas 19%. Dalam kasus Brasil, AI menilai keseimbangan taktis yang diterapkan oleh pelatih Carlo Ancelotti dan kualitas bintang seperti Vinícius Júnior dan Raphinha. Sementara itu, Portugal mendapat nilai tinggi untuk lini tengah yang menampilkan Bernardo Silva, Bruno Fernandes, dan Vitinha, serta keandalan yang diberikan oleh kiper Diogo Costa.

Terakhir, Inggris muncul dengan peluang 12% untuk mengangkat trofi. Meskipun skuad tersebut mencakup talenta elit seperti Harry Kane dan Declan Rice, model tersebut percaya bahwa tingkat kebugaran tim secara keseluruhan kurang dari beberapa kandidat utama lainnya.

AI Juga Mengakui Keterbatasannya

Terlepas prediksi tersebut, sistem yang paling canggih pun memiliki keterbatasan. Kecerdasan buatan dapat menganalisis data dan tren, tetapi tidak dapat sepenuhnya memperhitungkan faktor manusia seperti kekompakan tim, kepemimpinan, tekanan pertandingan sistem gugur, atau keadaan emosional para pemain.

Meskipun demikian, menurut angka-angka, Prancis dan Argentina memasuki Piala Dunia FIFA sebagai favorit utama untuk meraih hadiah terbesar dalam sepak bola.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |