Presiden Diminta Tidak Cawe-Cawe, Pengusaha Warning Krisis Besar

9 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diminta untuk tidak 'cawe-cawe' dalam krisis kelangkaan chip memori global yang telah menghantam industri perangkat elektronik konsumen seperti HP, laptop, konsol game, dan peralatan rumah tangga. Desakan ini digaungkan kelompok industri chip, SEMI, melalui surat ke pejabat senior Gedung Putih.

Tiga raksasa produsen memori chip terbesar, yakni Micron asal AS, SK Hynix asal Korea Selatan, dan Samsung Electronics asal Korea Selatan, tergabung sebagai anggota SEMI.

Kelompok tersebut meminta pemerintahan Donald Trump tidak merespons krisis kelangkaan chip memori dengan mengintervensi harga atau kapasitas produksi, yang dikhawatirkan justru memperburuk keadaan.

Dalam suratnya, SEMI juga meminta AS mengizinkan perusahaan-perusahaan untuk melanjutkan kesepakatan jangka panjang dengan klien mereka, serta memperpanjang keringanan pajak untuk meningkatkan output di pasar AS.

"Meskipun kebijakan yang terarah dapat mendukung percepatan ketahanan pasokan domestik, intervensi yang mendistorsi keputusan terkait harga atau kapasitas berisiko memperpanjang penurunan permintaan," demikian pernyataan SEMI dalam suratnya, sebagaimana tercantum dalam salinan yang dilihat Bloomberg News, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (3/7/2026).

"Kondisi pasar saat ini sedang ditangani melalui investasi di sektor manufaktur AS serta peningkatan fokus pada perjanjian pembelian jangka panjang," tambah organisasi tersebut.

Berbagai industri, mulai dari manufaktur otomotif hingga elektronik konsumen, tengah menghadapi tekanan pasokan chip memori yang belum pernah terjadi sebelumnya. Permintaan chip mencapai rekor tertinggi karena penggunaannya dalam prosesor kelas atas yang menggerakkan data center kecerdasan buatan (AI).

Apple Minta Izin Beli Chip China

Saat ini, Apple juga sedang berupaya mendapatkan izin dari pemerintahan Trump untuk membeli komponen memori dari dua perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam Pentagon.

Surat tertanggal 1 Juli 2026 tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan Scott Bessent. Ia merupakan salah satu pejabat yang dilobi CEO Apple yang akan segera lengser, Tim Cook, terkait isu memori asal China, selain juga Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Meskipun tidak secara spesifik menyebutkan pemasok asal China, surat dari SEMI ini memperkuat pandangan yang kian menguat di Washington bahwa kelangkaan chip memori telah menjadi tantangan politis.

Saat para investor menyambut positif lonjakan valuasi saham perusahaan produsen chip memori, para pembuat kebijakan justru mencermati dampaknya terhadap konsumen. Hal ini terutama disorot menyusul keputusan Apple dan Microsoft untuk menaikkan harga produk-produk populer mereka.

Guna membantu meringankan beban kenaikan biaya perangkat elektronik, SEMI menawarkan solusi yang berbeda dari usulan Apple. Mereka mendesak pemerintah untuk bekerja sama dengan Kongres dalam merumuskan kebijakan yang dapat mengimbangi kenaikan harga HP dan laptop, yakni melalui pengembangan skema pengurangan atau kredit pajak yang berorientasi pada konsumen.

Senator Bernie Moreno, seorang anggota Partai Republik dari Ohio, mengirimkan surat kepada Lutnick pada April lalu yang memperingatkan bahwa kekurangan chip memori dapat berdampak pada industri otomotif, serupa dengan gangguan pasokan dan lonjakan harga yang terjadi selama pandemi virus corona. Surat tersebut ditutup dengan imbauan kepada Lutnick untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri akan komponen chip memori.

SEMI mengatakan dalam suratnya bahwa kapasitas produksi chip memori diprediksi akan bertumbuh sekitar 19% per tahun, merujuk pada data industri. Asosiasi itu juga menambahkan lonjakan permintaan chip memori untuk infrastruktur AI akan melampaui pasokan, sehingga menciptakan kelangkaan yang lebih besar untuk perangkat elektronik lainnya, dari laptop, mobil, hingga peralatan rumah tangga.

Meskipun produsen chip memori berencana memperluas kapasitasnya, tetapi pembangunan kapasitas itu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ketidaksesuaian antara permintaan dan penawaran ini telah menyebabkan kenaikan harga perangkat elektronik secara besar-besaran.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |