PSBS Terpuruk dan Berada di Ambang Degradasi dari BRI Super League, Pablo Andrade Minta Maaf

9 hours ago 2

Bola.com, Sleman - PSBS Biak makin terpuruk di dasar klasemen BRI Super League 2025/2026. Kekalahan telak 0-7 dari Malut United membuat posisi tim berjuluk Badai Pasifik itu kian sulit untuk keluar dari zona merah.

Pertandingan pekan ke-30 itu berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026) malam WIB. Hasil buruk itu menambah panjang derita PSBS sepanjang musim ini.

Saat ini, PSBS masih menempati posisi ke-18 dengan koleksi 18 poin dari 30 pertandingan. Mereka baru meraih empat kemenangan, enam imbang, dan sudah menelan 20 kekalahan.

Meski belum resmi terdegradasi, peluang PSBS untuk bertahan di kasta teratas sangat tipis. Kompetisi hanya menyisakan empat laga, sementara mereka juga jadi satu-satunya tim yang urung menang pada paruh musim ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mentalitas Tim Sedang Terpukul

Gelandang PSBS, Pablo Andrade, mengakui situasi timnya sangat berat. Menurut dia, tekanan yang datang sepanjang musim membuat mental para pemain terpukul.

"Kami tahu kami sudah di ambang degradasi, jadi kami tidak punya tekanan dalam bermain. Kami hanya perlu menikmati permainan dan bermain dengan keberanian. Jadi ketika kami kalah dalam hal-hal sederhana, itu karena mentalitas kami sudah hancur," ujar Pablo.

Pemain asal Brasil itu menilai kondisi psikologis tim sangat memengaruhi performa di lapangan. Oleh karena itu, PSBS kesulitan bangkit saat menghadapi lawan-lawannya.

Minta Maaf kepada Suporter

Gelandang berusia 32 tahun itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung PSBS Biak yang tidak henti memberikan support di tengah situasi sulit.

"Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar, maaf kepada orang-orang yang datang menonton langsung di stadion. Ini situasi yang sangat sulit bagi semua orang. Bagi saya contohnya, saya merasa sangat buruk sekarang," katanya.

Permintaan maaf tersebut menjadi bentuk kekecewaan para pemain setelah kembali gagal meraih hasil positif. Skor 0-7 kontra Malut United merupakan kekalahan terbesar Badai Pasifik musim ini.

Berjuang di Empat Laga Sisa

Meski berada di ujung tanduk, Pablo Andrade menegaskan Tim Badai Pasifik masih akan berjuang maksimal dalam empat pertandingan tersisa musim ini.

"Kami masih punya empat pertandingan lagi, jadi kami akan mencoba melakukan yang terbaik. Kami harus menikmati pertandingan karena sepak bola tidak berakhir musim ini saja," ucapnya.

"Bukan berarti karena kami degradasi lalu kami menjadi pemain yang buruk. Kami hanya butuh usaha lebih sekarang, bekerja sama karena dalam situasi seperti inilah kita menunjukkan bahwa kita adalah keluarga. Jadi itu saja, saya minta maaf," lanjut Pablo.

Terdekat, PSBS bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada pekan ke-31 di Stadion Gelora Bung Tomo, (2/5/2026). Duel itu menjadi kesempatan berikutnya bagi Badai Pasifik untuk menjaga asa bertahan di BRI Super League.

Persaingan di BRI Super League

Read Entire Article
| | | |