Jakarta, CNBC Indonesia - Sergey Brin yang memiliki kekayaan US$237 miliar (Rp 4.000 T) menyesali keputusannya pensiun dari Google, perusahaan yang dia dirikan. Penyesalan ini terkait AI yang tengah berkembang pesat setelah dia keluar dari raksasa mesin pencarian itu.
Brin diketahui pensiun sebulan sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Saat itu rencananya dia ingin mempelajari soal fisika. Namun seiring berjalannya waktu, dia merasa kehilangan arah.
Di sebuah acara di Universitas Stanford, Brin mengaku kehilangan arah dan otaknya tidak tajam lagi saat itu. Kemudian, dia meninggalkan masa pensiunnya dan kembali saat Alphabet membuka kantor terbatas.
Dia diketahui ikut terlibat dalam pengembangan model Gemini AI. Sejak saat itu, pria 52 tahun kembali aktif di Google untuk pengembangan AI.
Brin juga sempat mengomentari investasi AI yang dilakukan Google. Salah satunya soal riset Transformer pada 2017.
Teknologi itu kini digunakan sebagai fondasi model bahasa besar berbagai perusahaan. Menurut Brin, Google kurang agresif saat merilis riset tersebut.
Sikap hati-hati Google juga berdampak buruk karena memperlambat peluncuran chatbot. Sebaliknya para pesaing, seperti OpenAI bergerak lebih agresif yang kemudian memicu adopsi AI generatif lebih luas lagi.
Namun dia tetap memuji soal investais jangka panjang Google pada riset jaringan saraf, chip khsuus, dan pusat data berskala global. Hanya sedikit saja perusahaan yang bisa mengoperasikan seluruh rantai teknologi AI, ucapnya.
Selain itu, Brin sempat menyinggung mengenai talenta di era AI. Mahasiswa didorong untuk tetap memilih bidang teknis dan tidak beralih hanya karena kemampuan AI menulis kode.
Pemrograman, dia mengatakan tetap memilkki nilai tertinggi dan jadi fundamental dalam pengembangan AI. "Jika melewatkan berita AI selama sebulan, kamu akan tertinggal jauh," ujarnya.
(hsy/hsy)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427463/original/032259100_1764389259-Tomas_Trucha_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4890948/original/095825900_1720887428-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Logo_Timnas_Indonesia_dan_Timnas_Day_copy.jpg)
