Jakarta, CNBC Indonesia - Meski banyak anak yang menggunakan media sosial hingga memiliki ponsel sendiri, banyak orang tua yang memiliki aturan ketat. Misalnya membatasi akses dalam durasi tertentu dan tetap diawasi apa yang dilihat anak selama bermain di internet.
Beberapa orang tua sangat membatasi akses selama hari sekolah. Sementara waktu paling banyak diberikan saat akhir pekan.
"Weekday 1-2 jam boleh setelah aku pulang kantor. Jadi bisa dipantau. Cuman boleh nonton, dengar Spotify, enggak main game," ujar ibu dengan anak laki-laku berusia 10 tahun yang membuat akun YouTube Kids yang terbatas aksesnya.
"Weekend boleh main game, maksimal 2 jam. Sama juga biasanya megang tablet sebelahan jadi terpantau," dia menambahkan.
Dia juga memastikan anaknya hanya bermain game dan menonton video sesuai dengan usianya. Sementara Nanda, ibu dari anak berusia 10 tahun juga memberikan waktu30-40 menit untuk anaknya bisa mengakses internet dan lebih banyak saat weekend. Namun dia mengaku tak mengawasinya, dia hanya melacak apa yang dilakukan anaknya karena akun dan ponsel yang digunakan adalah miliknya.
Dia juga mengaku ada saja kebobolan dalam aturan penggunaan media sosial ini. Namun terus dievaluasi, dijelaskan, dan memberikan edukasi soal apa saja yang belum bisa dikonsumsi oleh anak karena usianya.
"Tapi enggak dimungkiri tetap ada yang kebobolan. Ya kita evaluasi, jelaskan, edukasi, bahwa banyak hal yang belum dia bisa konsumsi karena perkara usia," ucapnya.
Aran, ayah dari dua anak laki-laki berusia 6 dan 3 tahun mendampingi anak-anaknya saat menonton ataupun bermain game. Dia juga mewanti-wanti kedua anaknya jika ada iklan yang aneh atau tidak bermanfaat untuk langsung ditinggalkan.
"Mau dengar sih sejauh ini," ucapnya.
Larang Anak Pakai Medsos
Sejumlah orang tua juga masih melarang anaknya menggunakan medsos sendirian. Mereka memilih menunggu anak cukup umur untuk memiliki akun media sosial.
"Sejauh ini hanya punya akun Youtube Kids. Soalnnya kalau punya akun medsos lain, enggak yakin bisa memantau terus. jadi entar deh bikin medsos lainnya bisa meminimalisir terpapar konten yang belum boleh dilihat untuk saat ini," ujar seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 10 tahun.
Seorang ayah dengan dua anak laki-laki berusia 5 dan 7 tahun juga mengaku belum mengizinkan mereka memiliki media sosial. Menurutnya anak berusia di bawah 16 tahun masih belum cocok menggunakan media sosial karena belum menyadari pentingnya privasi dan menjaga keselamatan diri di dunia digital.
Dia juga takut konten media sosial yang belum tentu baik jadi standar. Terakhir adalah anak usia tersebut belum memerlukan interaksi dengan dunia digital.
"Kayaknya enggak akan diizinin punya medsos sampai di atas 16-17 tahun," ucapnya.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)

