Raja Juli Ingatkan Malapetaka Efek El Nino Datangi RI Saat Kemarau

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan efek bahaya fenomena iklim El Nino jika melanda RI di saat musim kemarau tahun ini. Yaitu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi bakal meningkat.

Karena itu, kata dia, Badan Meteorologi, dan Klimatologi (BMKG) berperan penting melindungi hutan Indonesia melalui berbagai upaya pencegahan karhutla. Karena ditopang ilmu pengetahuan yang menjadi dasar setiap kebijakan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara scientific atau ilmiah.

"Kejadian karhutla tahun ini berpotensi meningkat seiring dengan adanya El Nino," kata Raja Juli dalam keterangan di situs resmi BMKG, dikutip Kamis (23/4/2026).

"Maka dari itu, intervensi melalui OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dan ketepatan data sangat menentukan apakah karhutla ini akan bisa ditekan. Termasuk penegakan hukum dan disiplin masyarakat kita untuk tidak membakar lahan," sambungnya.

Untuk itu, ungkapnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan BMKG resmi memperkuat kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor BMKG, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Mengutip situs resmi Kemenhut, penandatanganan MoU dilakukan oleh Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, disaksikan Wamenhut Rohmat Marzuki, serta jajaran Pejabat Tinggi Madya Kemenhut dan BMKG.

"Secara kolektif, bangsa kita adalah bangsa pembelajar. Data karhutla terus menurun. Namun, tahun ini tantangannya lebih besar karena adanya ancaman El Nino. Intervensi kita, seperti ketepatan data dan OMC, akan sangat menentukan," ucapnya.

"Salah satu strategi utama yang disepakati adalah optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca. Saat ini, operasi tersebut sudah berlangsung di Riau dan Kalimantan Barat sebagai langkah deteksi dini," tambah Raja Juli.

Karena itu, sambungnya, dengan penguatan koordinasi antara instansi pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pemerintah optimis dampak akibat karhutla tahun 2026 ini dapat diminimalisir.

"Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati. Mencegah karhutla jauh lebih baik daripada memadamkan api. Kita terus pantau tinggi muka air tanah, terutama di lahan gambut. Jika sudah di bawah 40 cm, kita segera lakukan OMC untuk re-wetting atau pembasahan kembali guna menjaga cadangan air tanah," ucapnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal menambahkan hal senada. Dia menegaskan, langkah preventif perlu dikuatkan demi mengendalikan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan

"Tugas BMKG adalah mendukung Kementerian Kehutanan dalam hal pengendalian kebakaran hutan, lahan, serta kekeringan," ujarnya.

"Kita mengupayakan agar tahun ini kita lebih siap memitigasi. Kami tidak hanya bekerja secara kuratif saat api sudah menyala, tapi memperkuat aspek preventif melalui integrasi data untuk memprediksi titik rawan," kata Faisal.

Faisal mengungkapkan, per 21 April 2026, jumlah titik api Indonesia mencapai 1.777 titik dengan Riau dan Kalimantan Barat menjadi yang paling banyak.

"Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga risiko kebakaran hutan harus menjadi perhatian bersama," kata Faisal.

Lalu kapan El Nino Melanda Indonesia?

Menurut Faisal, Indonesia diprediksi akan dilanda kemarau yang lebih kering akibat El Nino.

"Menurut data BMKG, saat ini sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Sedangkan pada semester kedua tahun 2026, fenomena El Nino lemah hingga moderat berpeluang 70-90 persen terjadi," kata Faisal.

"Potensi kebakaran hutan dan lahan sangat bergantung pada akurasi data serta optimalisasi upaya preventif, salah satunya melalui intervensi atmosfer pada operasi modifikasi cuaca," sambungnya.

"Saat ini tengah dilakukan OMC di Riau dan Kalimantan Barat dengan tujuan meningkatkan tinggi muka air tanah gambut. Sehingga, ketika terjadi penurunan curah hujan, lahan tersebut tahan dari kebakaran," ungkap Faisal.

Dalam kesempatan lain, Faisal telah mengingatkan, meski intensitas El Nino diprediksi tidak sekuat tahun 2015, 2019, dan 2023, dampaknya tetap perlu diwaspadai, terutama karena beriringan dengan periode musim kemarau.

"Musim Kemarau dan El Nino itu dua fenomena yang terpisah. Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini. BMKG akan terus memantau agar prediksi ke depannya lebih akurat," tegasnya.

BMKG, ujarnya, juga sedang berkoordinasi dengan stakeholders di Jambi dan Sumatra Selatan untuk pelaksanaan membasahi kembali lahan (rewetting) melalui OMC sebagai antisipasi meningkatnya titik panas.

"Pembasahan kembali lahan ini menjadi kunci untuk mempertahankan tingkat kesulitan terbakar atau kesulitan dibakar pada lahan gambut," katanya.

KLH/BPLH Bentuk Satgas Perkuat Respons Dini

Terpisah, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Lahan Tahun 2026.

"Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi peningkatan risiko karhutla seiring proyeksi musim kemarau dan potensi El Nino pada tahun ini," kata Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangan di situs resmi.

"Pendekatan pengendalian karhutla harus berfokus pada pencegahan yang terstruktur dan terpadu. Kita harus bergerak cepat, terstruktur, dan tanpa kompromi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat, lingkungan, dan masa depan bangsa,"tegasnya saat Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tahun 2026.

Dipaparkan, terjadi peningkatan signifikan kejadian karhutla pada awal tahun 2026, dengan jumlah titik panas mencapai 3.609 atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Luas kebakaran hingga Februari 2026 juga tercatat meningkat tajam, mencapai lebih dari 32 ribu hektare, dengan wilayah Sumatra dan Kalimantan sebagai daerah paling terdampak.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tahun 2026. (Dok. KLH)Foto: Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tahun 2026. (Dok. KLH)

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |