Raksasa Ecommerce Tutup di RI, Mendadak Tersandung Kasus Rp 44 Triliun

7 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal China, JD.com, sempat beroperasi di Indonesia. Namun, akhirnya JD.com memutuskan hengkang dan menutup seluruh operasionalnya di Tanah Air pada Maret 2023.

Kendati demikian, kiprah JD.com di kampung halamannya masih tetap solid. Bahkan, JD.com juga terus mengekspansi bisnisnya hingga ke Eropa pada Maret 2026, melalui peluncurkan layanan e-commerce Joybuy di Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, dan Luksemburg.

Selain itu, JD.com juga berencana mengakuisi raksasa peritel elektronik Ceconomy asal Jerman. Namun, rencana itu memicu peringatan keras dari regulator Uni Eropa (UE).

Menurut laporan Reuters, rencana akuisisi tersebut bernilai US$2,5 miliar atau setara Rp44 triliun. Komisi Eropa menyampaikan pemberitahuan resmi terkait kekhawatiran regulasi atas transaksi tersebut.

Langkah ini berpotensi membuat JD.com harus memberikan konsesi besar untuk mendapatkan persetujuan akuisisi. Komisi Eropa sebelumnya membuka penyelidikan penuh terhadap kesepakatan itu pada Mei 2026 berdasarkan Foreign Subsidies Regulation. Aturan tersebut menargetkan bantuan negara asing yang dinilai tidak adil.

Dalam penyelidikannya, Komisi Eropa mengkaji apakah JD.com menerima pembiayaan khusus, insentif pajak, dan hibah dari pemerintah China. Dukungan tersebut diduga membantu JD.com menawarkan harga yang lebih tinggi untuk mengakuisisi Ceconomy.

JD.com kini dapat memberikan solusi untuk menjawab kekhawatiran Uni Eropa. Perusahaan menyebut pernyataan Komisi Eropa tersebut sebagai tahapan prosedural yang normal.

"Kami tetap yakin transaksi ini mendukung tujuan Eropa yang lebih luas terkait inovasi dan daya saing. Kami terus memperkirakan proses ini akan berakhir positif pada paruh kedua 2026," kata JD.com menjelang pengumuman Komisi Eropa, dikutip dari Reuters, Jumat (24/7/2026).

Komisi Eropa menetapkan 2 Oktober 2026 sebagai batas waktu untuk memutuskan apakah akan menyetujui akuisisi tersebut.

Jika berhasil, akuisisi ini akan membantu salah satu peritel terbesar China memperluas bisnis ke luar pasar domestik melalui jaringan ritel produk elektronik milik Ceconomy, yakni MediaMarkt dan Saturn.

Tutup di Indonesia

JD.Com sebelumnya juga pernah membuka jaringan e-commerce di Indonesia melalui JD.ID. Namun perusahaan mengumumkan jika layanan JD.id ditutup per 31 Maret 2023. Keputusan itu diambil karena JD.com akan berfokus pada pembangunan jaringan rantai pasok lintas negara. Yakni dengan inti bisnisnya adalah logistik dan gudang.

"Ini adalah keputusan strategis dari JD.com untuk berkembang di pasar internasional dengan fokus pada pembangunan jaringan rantai pasok lintas-negara, dengan logistik dan pergudangan sebagai intinya," kata Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID saat itu, Setya Yudha Indraswara.

Sebelum menutup layanan, JD.id telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dua kali sepanjang tahun lalu. Pertama kali pada bulan Mei dan terakhir di bulan Desember 2022.

Catatan CNBC Indonesia baru pada bulan Desember 2022 pihak perusahaan menyebutkan jumlah pegawai yang terkena kebijakan itu. Disebutkan jika ada 200-an orang atau 30% pegawai yang terdampak.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |