Rawan Gejolak! 9 Sentimen Ini Bisa Goyang RI: Rebalancing MSCI-Inflasi

4 hours ago 1
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada akhir pekan lalu, saham melemah sementara rupiah menguat
  • Wall Street ambruk setelah pidato Chairman Kevin Warsh yang hawkish
  • Data ekonomi, rebalancing MSCI dan dampak pidato Kevin Warsh akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu. Bursa saham melemah sementara rupiah menguat.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan pada pekan ini. Selengkapnya mengenai penggerak sentiment pasar keuangan hari ini dan sepekan ke depan bisa dibaca pada halaman 2 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (28/8/2026), setelah sempat menguat signifikan di awal sesi. Tekanan jual yang muncul menjelang penutupan membuat indeks berbalik arah.

IHSG ditutup di level 6.518,12, turun 3,63 poin atau 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.521,75.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp15,1 triliun dengan volume transaksi sebanyak 35,30 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2 juta kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 276 saham menguat, 328 saham melemah, dan 188 saham stagnan.
Asing mencatat net sell sebesar Rp 482,2 miliar rupiah.

Dalam sepekan, IHSG melemah 0,12% pada pekan lalu. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya di mana IHSG menguat hampir 2%.

Asing mencatat net buy sebesar Rp 2,42 trilun rupiah.

Sorotan utama sepanjang pekan ini datang dari sejumlah saham yang mencatatkan lonjakan tajam.

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melonjak melejit 88,22% disusul dengan Steady Safe Tbk (SAFE yang terbang 77,66% dan PT Golden Power Tbk (POLU) menguat 61,76%.

Dari pasar mata uang, rupiah menutup perdagangan pekan lalu dengan hasil positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda bahkan mampu memperbesar penguatan ketika indeks dolar AS berbalik naik.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), rupiah terapresiasi 0,17% ke posisi Rp17.685/US$.

Dalam sepekan rupiah stagnan atau tidak berubah dari posisi Jumat pekan lalu. Posisi stagnan ini mengakhiri reli tiga pekan beruntun mata uang Garuda.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 6,96% pada Jumat atau posisi terendahnya dalam sepekan lalu.
Imbal hasil yang melandai menandai harga SBN tengah naik karena kembali diburu investor.

Read Entire Article
| | | |