Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia masih melakukan impor bijih nikel dari Filipina pada tahun ini. Pada tahun 2025 lalu saja, volume impor bijih nikel di Indonesia mencapai 15,84 juta ton yang mana 15,33 juta ton diantaranya dari Filipina.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan bahwa pihaknya tidak mengkhawatirkan aktivitas impor tersebut selama tujuannya untuk mendukung industrialisasi di tanah air. Menurutnya, poin utama dari kebijakan tersebut adalah proses pengolahan nikelnya tetap di dalam negeri sehingga nilai tambahnya tetap dinikmati Tanah Air.
"Nggak, nggak (khawatir), tujuannya untuk industrialisasi kan industrinya di Indonesia ya. Jadi multiplier effect-nya kita dapat gitu," jelas Tri saat ditemui di Jakarta, dikutip Jumat (13/2/2026).
Adapun, besaran volume impor bijih nikel dari negara tetangga tersebut diproyeksikan akan sedikit mengalami kenaikan. "(Masih) sekitar 15-an (juta ton). Naik nggak begitu gede," tambahnya.
Lebih lanjut, Tri memberikan analogi mengenai praktik perdagangan komoditas global, seperti saat Prancis mengimpor bijih (ore) dari Indonesia di masa lalu. Menurutnya, hal terpenting dalam rantai pasok industri tersebut adalah keberadaan industrialisasi di negara tersebut agar dampak ekonominya dapat dirasakan secara langsung.
"Terus kemudian kalau misalnya kita lihat negara-negara lain misalnya, dulu si Prancis impor ore dari Indonesia terus kemudian kita ban dia protes gitu-gitu. Kan ya. Ya industrinya asal di negara itu saya rasa," tandasnya.
Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat, Indonesia mengimpor bijih nikel sebesar 15,84 juta ton sepanjang 2025. Adapun mayoritas sumber impor berasal dari Filipina, yakni mencapai 15,33 juta ton.
Ini artinya, impor bijih nikel dari Filipina mencapai sekitar 97% dari total bijih nikel RI sepanjang 2025 yang tercatat mencapai 15,84 juta ton.
Adapun dari sisi nilai, total impor bijih nikel RI dari Filipina mencapai US$ 725,17 juta. Nilai impor bijih nikel dari Filipina ini juga mencapai 97% dari total nilai impor bijih nikel RI selama 2025 yang mencapai US$ 747,32 juta.
Berikut daftar asal negara impor bijih nikel RI selama 2025, berdasarkan data BPS:
- Australia: 0,033 ton
- Brasil: 0,020 ton
- China: 218.007 ton
- Malaysia: 0,001 ton
- Belanda: 0,002 ton
- Filipina: 15,33 juta ton
- Kepulauan Solomon: 288.440 ton
- Taiwan: 3.331 ton
- Amerika Serikat: 0,124 ton.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5341963/original/050096500_1757343075-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)