Sah! Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Sekjen Partai Buruh

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kongres Partai Buruh yang digelar di Pyongyang kembali mengukuhkan dominasi Kim Jong Un dalam struktur kekuasaan Korea Utara. Partai berkuasa negara itu secara resmi memilih kembali Kim sebagai sekretaris jenderal, sebuah langkah yang dinilai makin menegaskan kendali absolutnya sekaligus menunjukkan rasa percaya diri atas stabilitas domestik.

Media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) dalam laporan yang diterbitkan Senin (23/2/2026) menyebut Kim telah meningkatkan prestise negara dan menempatkan Korea Utara pada pijakan global yang kokoh untuk melanjutkan apa yang disebut sebagai perjuangan revolusioner.

KCNA juga menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Kim, militer negara itu telah diperkuat "ke dalam kekuatan militer yang kuat dan elite".

Dalam laporan yang sarat pujian tersebut, disebutkan pula bahwa "kemampuan negara tersebut dalam mencegah perang dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya telah ditingkatkan secara radikal," merujuk pada peningkatan kemampuan pencegah perang berbasis kekuatan nuklir.

Sinyal Stabilitas Jangka Panjang

Pengukuhan kembali Kim sebagai sekretaris jenderal Partai Buruh dipandang sebagai sinyal bahwa rezim telah keluar dari fase ketidakpastian.

"Hal ini sama artinya dengan deklarasi bahwa Kim Jong Un telah mengakhiri 'mode manajemen krisis' rezim dan memasuki fase pemerintahan jangka panjang yang percaya diri dan stabil," tutur Lim Eul-chul, pakar Korea Utara dari Kyungnam University, dilansir AFP.

Kongres partai kali ini merupakan yang kesembilan, forum yang secara normal digelar setiap 5 tahun dan berlangsung beberapa hari. Sekitar 5.000 delegasi menghadiri pembukaan yang dimulai pada Kamis.

Jalannya kongres turut dipantau ketat oleh Korea Selatan untuk melihat kemungkinan adanya arah kebijakan baru, baik di dalam negeri maupun dalam hubungan eksternal.

Sejauh ini, tidak terlihat adanya inisiatif kebijakan besar yang diumumkan. Sesi-sesi kongres lebih banyak berfokus pada klaim keberhasilan mengatasi krisis ekonomi serta capaian yang disebut diraih di bawah kepemimpinan partai.

Perombakan Elite Lama

Selain memilih kembali Kim sebagai sekretaris jenderal, para delegasi juga memilih anggota Komite Sentral partai dan mengadopsi revisi terhadap aturan partai. KCNA tidak merinci perubahan dalam piagam partai tersebut, namun sejumlah pejabat senior tampak tidak lagi masuk dalam susunan komite.

Mantan Menteri Luar Negeri Ri Su Yong, Ketua Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Choe Ryong Hae, serta pejabat tinggi militer partai Ri Pyong Chol termasuk di antara tokoh yang tersisih. Para analis menilai hal ini sebagai indikasi pergeseran dari generasi lama dalam lingkaran elite kekuasaan.

Perubahan tersebut menguatkan kesan bahwa Kim terus melakukan konsolidasi internal, sekaligus menyegarkan struktur kepemimpinan dengan figur-figur yang lebih loyal atau sejalan dengan visinya.

Di tengah kongres, tidak terlihat kehadiran putri remaja Kim yang dikenal sebagai Ju Ae. Namanya sebelumnya mencuat dalam berbagai spekulasi sebagai calon penerus sang ayah. Namun hingga hari keempat jalannya kongres, tidak ada tanda-tanda keterlibatannya dalam pertemuan tersebut.

Absennya Ju Ae memicu pertanyaan baru mengenai arah suksesi di Korea Utara, meski tidak ada pernyataan resmi yang menyinggung isu tersebut.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |