Saham Syariah dapat Berkah Saat Ramadan, Mana Paling Menarik?

2 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

23 February 2026 13:55

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki bulan suci Ramadan tahun 2026, minat pelaku pasar terhadap instrumen investasi yang mematuhi prinsip syariah menunjukkan peningkatan.

Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usaha dan cara pengelolaannya sesuai dengan prinsip hukum Islam (syariah).

Artinya, perusahaan tersebut tidak menjalankan bisnis yang dilarang dalam Islam dan memenuhi kriteria keuangan tertentu yang ditetapkan otoritas syariah.

Momentum bulan puasa secara historis sering menjadi katalis bagi investor, baik ritel maupun institusi, untuk meninjau kembali portofolio mereka dan mengalokasikan dana pada emiten-emiten yang tergabung dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Selain karena pertimbangan prinsip kepatuhan, saham-saham dalam daftar ini juga menawarkan tingkat mitigasi risiko yang lebih terukur. Hal ini dikarenakan emiten syariah wajib memenuhi kriteria pembatasan rasio utang dan standar operasional yang ketat, sehingga menjadikannya pilihan yang rasional bagi investor di tengah dinamika bursa.

Pergerakan pasar saat ini secara spesifik dipengaruhi oleh tiga katalis utama yang mendasari keputusan alokasi aset. Pertama, pergerakan harga komoditas global, khususnya tren harga emas serta tingkat harga batu bara metalurgi dan aluminium, yang secara langsung memengaruhi valuasi emiten pertambangan.

Kedua, indikator domestik yang menunjukkan adanya perbaikan pada tingkat keyakinan konsumen, yang berpotensi memulihkan margin emiten barang konsumsi ritel.

Ketiga, pergeseran fokus investasi jangka panjang menuju infrastruktur digital dan pusat data (data center) guna mengakomodasi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di dalam negeri.

Berikut ini adalah emiten syariah yang patut dilirik sebagai alternatif investasi pada periode saat ini:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham ANTM saat ini diperdagangkan pada level Rp4.300 per saham. Faktor fundamental utama perusahaan bersumber dari kinerja operasional tahun 2025, di mana ANTM mencatatkan volume penjualan emas mencapai 37,4 ton.

Volume penjualan ini menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan perusahaan dan memberikan dampak langsung pada stabilitas laporan keuangan tahunan.

Prospek ANTM memiliki korelasi yang kuat dengan tren kenaikan harga emas global. Peningkatan harga komoditas ini turut mendasari proyeksi dari sejumlah institusi keuangan multinasional.

JPMorgan menetapkan target harga untuk saham ANTM di level Rp6.300, sementara UBS memberikan target di level Rp6.200. Proyeksi ini mengindikasikan adanya ekspektasi positif terhadap margin laba ANTM ke depan seiring dengan tingginya nilai jual komoditas acuan.

2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Saham ADRO terpantau berada pada level harga Rp2.280 per saham. Dari sisi transaksi, terdapat indikasi akumulasi saham oleh broker institusi (AK, LG, dan BK) pada rentang harga Rp2.189 hingga Rp2.253 sepanjang periode 12 Januari hingga 20 Februari 2026. Di sisi lain, distribusi saham secara mayoritas dilakukan oleh broker ritel (XL, XC, dan PD).

Katalis fundamental ADRO ditopang secara signifikan oleh kinerja anak usahanya, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). ADMR saat ini diuntungkan oleh harga batu bara metalurgi (coking coal) yang berada di kisaran USD 210 per ton, posisi yang tergolong tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, ekspansi ke sektor smelter aluminium dengan harga acuan komoditas yang telah menyentuh level USD 3.100 per ton memberikan fondasi yang jelas bagi diversifikasi pendapatan jangka panjang Grup Adaro.

3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Saham UNVR ditransaksikan pada harga Rp2.340 per saham. Laporan keuangan tahun penuh 2025 menunjukkan pencapaian laba bersih sebesar Rp7,64 triliun, meningkat dari Rp3,37 triliun pada tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menghasilkan laba per saham (EPS) sebesar Rp200,29. Tingkat keyakinan konsumen (consumer confidence) yang mulai menunjukkan tren kenaikan diproyeksikan akan memberikan sentimen positif tambahan bagi pertumbuhan pendapatan (earnings) UNVR di kuartal-kuartal mendatang.

Kinerja laba yang membaik ini menopang konsistensi kebijakan dividen UNVR yang secara historis dibagikan dua kali dalam setahun. Pada pertengahan tahun 2026 (estimasi Juni/Juli), UNVR diperkirakan akan membagikan dividen reguler sekitar Rp113 per saham.

Berdasarkan tingkat harga saat ini, estimasi imbal hasil (dividend yield) berada di kisaran 4,87%, menjadikan UNVR relevan bagi investor yang memiliki strategi orientasi pendapatan pasif.

4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Saham TLKM saat ini berada di level harga Rp3.490 per saham. Laporan keuangan kuartal III-2025 mencatat laba bersih perusahaan sebesar Rp15,78 triliun. Posisi harga saat ini direspons oleh pasar dengan mulai masuknya kembali arus dana asing (foreign inflow), mengingat kapasitas TLKM sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi utama di Indonesia.

Fokus pengembanganTLKM saat ini berpusat pada sektor teknologi dan integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai instrumen investasi jangka panjang (long-term play).

TLKM bersama anak-anak usahanya tengah gencar melakukan ekspansi pada proyek pusat data (data center) dan infrastruktur digital lainnya. Ekspansi fisik ini menempatkan TLKM sebagai proksi strategis bagi investor institusi untuk mendapatkan eksposur langsung pada ekosistem ekonomi digital domestik.

5. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham UNTR ditransaksikan pada harga Rp30.275 per saham, dengan laba bersih kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp11,47 triliun. Secara valuasi, saham ini memiliki rasio Price to Book Value (PBV) di angka 0,99x dan rasio PER di level 8,79x.

Tingkat valuasi ini memberikan penyeimbang risiko di tengah fluktuasi kinerja bisnis kontraktor alat berat walaupun industri alat berat masih berada dalam tingkat okupasi yang masih cukup tinggi di tengah kebijakan pemerintah untuk menurunkan produksi tambang asal Indonesia.

Sebagai instrumen lindung nilai operasional, UNTR memiliki eksposur di sektor pertambangan emas dengan total estimasi cadangan mencapai 179,25 ton. Emas tambang Martabe di 108,86 ton (masih dalam pencabutan izin), Sumbawa di 20,62 ton, serta Emas Doup di 49,77 ton.

Seperti halnya ANTM, bisnis emas UNTR-yang dapat ditopang oleh operasional tambang Sumbawa dan proyek Doup saat Martabe terkendala-memiliki korelasi positif terhadap tingginya harga emas global. Proyeksi positif dari JPMorgan dan UBS terhadap sektor logam mulia turut menjadi landasan katalis bagi valuasi portofolio mineral grup UNTR.

United Tractors. (Facebook/PT United Tractors Tbk)Foto: United Tractors. (Facebook/PT United Tractors Tbk)

6. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Saham BRIS ditransaksikan pada level harga Rp2.380. Laporan keuangan tahun penuh 2025 menunjukkan bahwa bank syariah terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp7,01 triliun. Pencapaian ini mendorong laba per saham (EPS) BRIS ke level Rp165,71, didukung oleh total pendapatan sebesar Rp26,06 triliun. Dari perspektif valuasi, saham ini diperdagangkan dengan rasio PBV di 2,09x dan PER di level 14,36x.

Selain fundamental perbankan inti yang tumbuh stabil, sentimen utama penggerak BRIS saat ini bersumber dari ekspansi pada segmen bullion bank (bisnis emas). Perseroan mencatatkan lonjakan transaksi pembelian emas sebesar 44,1% secara tahunan.

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan kepemilikan dan pembiayaan emas di BSI memberikan sumber diversifikasi pendapatan yang prospektif bagi perusahaan.

Di tengah tren harga emas global yang berada di level tinggi, inisiatif ekosistem emas ini diproyeksikan akan terus memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas bank ke depan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
| | | |