Sederet Janji Trump untuk Gaza di Pertemuan Perdana Board of Peace

3 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negara-negara anggota Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian telah mengumpulkan dana awal senilai US$7 miliar untuk rekonstruksi Gaza, wilayah yang luluh lantak setelah 2 tahun perang. Dana tersebut disebut akan digunakan untuk membangun kembali Gaza setelah Hamas dilucuti senjatanya, sebuah target yang hingga kini masih jauh dari kenyataan.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, Kamis (19/2/2026).

Forum tersebut digagas Trump pada September lalu bersamaan dengan pengumuman rencananya untuk mengakhiri perang Israel di Gaza. Belakangan, ia memperluas mandat dewan tersebut untuk menangani konflik di berbagai belahan dunia.

Trump mengatakan negara-negara kontributor telah menyetor US$7 miliar sebagai pembayaran awal untuk rekonstruksi Gaza. Ia menyebut Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait sebagai penyumbang dana.

Keanggotaan dewan sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah, ditambah sejumlah pemimpin dari luar kawasan yang dinilai ingin menjalin kedekatan dengan Trump.

Adapun perkiraan biaya pembangunan kembali Gaza, yang hancur menjadi puing-puing akibat perang 2 tahun, mencapai hingga US$70 miliar.

Trump juga mengumumkan bahwa AS akan menyumbang US$10 miliar untuk BoP. Namun, ia tidak menjelaskan sumber dana tersebut atau apakah akan mengajukannya kepada Kongres AS.

Selain itu, Trump menyebut FIFA akan menggalang dana sebesar US$75 juta untuk proyek-proyek sepak bola di Gaza, sementara PBB akan menyumbang US$2 miliar untuk bantuan kemanusiaan.

Tantangan Berat dan Sorotan Global

Pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel, besaran dana rekonstruksi, serta kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan menjadi sejumlah pertanyaan besar yang akan menguji efektivitas dewan ini dalam beberapa bulan ke depan.

Dewan Perdamaian mencakup Israel, tetapi tidak melibatkan perwakilan Palestina. Usulan Trump agar dewan tersebut juga menangani konflik di seluruh dunia memicu kekhawatiran bahwa peran PBB sebagai platform utama diplomasi global bisa tergerus.

"Kami akan memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa," janji Trump.

Pernyataan itu dilontarkan untuk meredakan kritik, meski AS sendiri tercatat masih menunggak pembayaran iuran ke PBB.

Trump juga menyebut Norwegia akan menjadi tuan rumah salah satu acara BoP, tetapi pemerintah Norwegia mengklarifikasi bahwa mereka tidak bergabung sebagai anggota dewan.

Pasukan Stabilisasi Internasional

Trump juga mengatakan sejumlah negara berencana mengirim ribuan personel untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang akan membantu menjaga perdamaian di Gaza ketika dikerahkan nanti.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia siap menyumbang hingga 8.000 pasukan untuk misi tersebut.

Pasukan ini direncanakan mulai bekerja di wilayah yang dikendalikan Israel jika pelucutan senjata Hamas belum terwujud. Dipimpin seorang jenderal AS dengan wakil dari Indonesia, pasukan akan memulai operasi di Rafah, wilayah yang sebelumnya dikosongkan dan dihancurkan oleh pasukan Israel selama perang.

Targetnya adalah melatih 12.000 polisi Palestina dan menyiapkan 20.000 tentara untuk menjaga stabilitas.

Pelucutan Senjata Hamas

Hamas, yang khawatir akan pembalasan Israel, sejauh ini enggan menyerahkan persenjataannya sebagai bagian dari rencana 20 poin Trump yang menghasilkan gencatan senjata rapuh pada Oktober lalu.

Trump menyatakan berharap penggunaan kekuatan untuk melucuti Hamas tidak diperlukan. Ia mengatakan Hamas telah berjanji akan melucuti senjata dan "tampaknya mereka akan melakukannya, tetapi kita harus melihat nanti".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Hamas akan dilucuti dengan satu cara atau cara lain. "Sangat segera, Hamas akan menghadapi dilema, melucuti senjata secara damai atau dilucuti dengan paksa".

Dari Gaza, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan dalam pernyataan bahwa ujian sebenarnya bagi BoP "terletak pada kemampuan mereka untuk memaksa pihak pendudukan menghentikan pelanggaran gencatan senjata, mewajibkannya memenuhi kewajibannya, serta memulai upaya bantuan yang nyata dan meluncurkan proses rekonstruksi".

Hamas, yang kembali menjalankan administrasi di wilayah Gaza yang hancur, menyatakan siap menyerahkan pemerintahan kepada komite teknokrat Palestina yang didukung AS dan dipimpin Ali Shaath. Namun, menurut Hamas, Israel belum mengizinkan kelompok tersebut masuk ke Gaza.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |