Seskab Teddy Jelaskan Alasan Kenaikan Harga Pertamax

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretariat Kabinet mengunggah penjelasan terkait alasan kenaikan harga BBM Non - Subsidi, seperti Pertamax atau RON 92 oleh Pertamina. Dijelaskan bahwa Pertamax merupakan produk yang harus mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan tiga butir penjelasan.

"Pertama, Pertamax adalah BBM Non-Subsidi artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," tulis Teddy, dalam unggahan di Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (12/6/2026).

Namun dia menjelaskan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan. Saat ini harga Pertalite masih Rp 10.000 per liter, dan Solar Rp 6.800 per liter.

Teddy juga menjelaskan bahwa harga minyak dunia naik drastis sejak Maret 2026 lalu. Menurutnya pemerintah juga sudah menahan kenaikan BBM.

"Kedua, harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," tulis Teddy.

Ketiga, harga Pertamax disebut jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di Negara lain. Sebagai perbandingan, data Petrol Price, Gas Watch, menunjukan harga BBM Indonesia Rp16.260, Filipina Rp22.158, Laos Rp31.945, Thailand Rp28.910, Myanmar Rp25.085, Singapura Rp42.971.

Diketahui, harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2026), memperpanjang koreksi tajam yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Meredanya risiko konflik langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat premi risiko geopolitik yang sempat membengkak mulai menguap dari pasar.

Menurut data Refinitiv hingga pukul 09.50 WIB, harga minyak Brent berada di US$89,41 per barel, turun 1,07% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$90,38 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1% ke US$86,83 per barel dari US$87,71 per barel.

Pelemahan hari ini memperpanjang tren penurunan yang cukup dalam sepanjang pekan. Brent telah merosot dari US$97,81 per barel pada 3 Juni menjadi US$89,41 per barel saat ini, atau turun sekitar 8,6%. Dalam periode yang sama, WTI jatuh dari US$96,02 menjadi US$86,83 per barel, terkoreksi hampir 9,6%.

Tapi jika dibandingkan 12 Februari lalu Harga minyak Brent berada di kisaran US$ 69,4 dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) US$ 62,8.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |