Siaga! Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pakar Kasih 4 Peringatan Keras

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan, Gunung Anak Krakatau di Lampung kembali mengalami erupsi. Disebutkan, peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (8/7/2026) pukul 11:47 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak (sekitar 357 meter di atas permukaan laut).

Tim pengamatan gunung api Badan Geologi lapangan melaporkan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sekitar 42 detik.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," demikian mengutip keterangan Badan Geologi.

Merespons kondisi yang terjadi saat ini di Gunung Anak Krakatau, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengingatkan pentingnya mitigasi antisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh erupsi tersebut.

"Namanya bencana datang nggak pakai permisi," kata Daryono, Rabu (8/7/2026).

Daryono merekomendasikan 4 langkah mitigasi di tengah status Siaga Gunung Anak Krakatau.

Pertama, kata dia, patuhi zona larangan akses.

"Saat ini, otoritas telah menetapkan radius bahaya sejauh 3 kilometer dari kawah aktif. Pastikan nelayan, wisatawan, maupun warga tidak mendekati radius tersebut karena risiko lontaran material pijar, awan panas, dan gas," ucap Daryono.

Kedua, sambungnya, meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah pesisir.

"Mengingat sejarah Selat Sunda, masyarakat di sepanjang garis pantai harus memiliki rencana evakuasi mandiri jika terjadi gempa kuat atau aktivitas gunung api yang memicu anomali air laut," ujarnya.

"Kenali jalur evakuasi menuju dataran tinggi dan pastikan titik kumpul sudah disepakati bersama keluarga atau komunitas setempat," tambah Daryono.

Ketiga, antisipasi paparan abu vulkanik.

"Jika erupsi menghasilkan sebaran abu yang luas, lindungi sistem pernapasan dan mata, kelola lingkungan rumah dan sumber daya. Tutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi untuk meminimalkan masuknya debu mikro ke dalam rumah. Amankan sumber air minum dengan menutup penampungan air secara rapat agar tidak terkontaminasi material vulkanik yang bersifat asam," paparnya.

Keempat, saring informasi dan hindari hoaks.

"Situasi seperti ini sering memicu penyebaran informasi yang tidak akurat. Selalu validasi laporan aktivitas gunung api melalui kanal resmi untuk memastikan data yang Anda terima adalah fakta terkini," kata Daryono.

Naik Status Jadi SIAGA

Sebelumnya, pada 27 Juni 2026, Badan Geologi merilis keterangan resmi terkait gejala peningkatan aktivitas gunungapi Anak Krakatau.

Sejak 1 Juni 2026, Satelit Sentinel memperlihatkan adanya emisi gas SO2 dan anomali panas, serta pemunculan titik api di kawah sejak 10 Juni 2026. Menurut Badan Geologi, meski tidak disertai dengan peningkatan gempa-gempa dalam dan deformasi, peningkatan gempa yang berasosiasi dengan gempa dangkal mengindikasikan adanya dinamika magma Gunungapi Anak Krakatau di bagian permukaan.

Lalu, sejak 26 Juni 2026, intensitas Gempa Hembusan semakin meningkat disertai dengan peningkatan intensitas asap kawah, berwarna kelabu dengan muatan abu vulkanik tipis mengarah ke barat - barat laut. Gejala peningkatan magmatisme di permukaan tersebut bisa menjadi awal peningkatan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau menuju erupsi.

Pada hari Kamis, 2 Juli 2026 pukul 14:05 WIB telah terjadi erupsi Gunungapi Anak Krakatau, Lampung dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 20 detik.

Lalu pada 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB, Badan Geologi mengumumkan kenaikan tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |