Status WLA BPOM Buat Obat-Obatan Dalam Negeri Laris Manis

10 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Etana Biotechnologies Indonesia mengapresiasi keberhasilan Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) RI dalam meraih status WHO Listed Authority (WLA) dari World Health Organization (WHO). Capaian ini akan berdampak besar terhadap prospek produk obat-obatan dalam negeri.

Director of Corporate Relations PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakarsa menuturkan, pada dasarnya status WLA yang diterima BPOM tidak hanya bersifat simbolis, melainkan benar-benar berdampak langsung bagi pelaku industri farmasi dalam negeri. Pasalnya, beberapa negara mulai mendatangi produsen asal Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor produk obat nasional.

Dia mencontohkan pada perusahaannya sendiri, yakni Etana. Sebagai perusahaan yang banyak dihuni oleh karyawan usia muda, Etana sempat ragu apakah produk obat Indonesia dapat bersaing di pasar internasional. Namun, setelah BPOM meraih status WLA, kepercayaan diri Etana meningkat signifikan lantaran ada kemungkinan produk obat perusahaan berpotensi laris terjual di tingkat global.

"Kemudian teman-teman di level produksi, di level staf-staf produksi juga mereka makin (percaya diri). Ternyata kami kalau sudah diinspeksi BPOM, registrasi sudah melalui BPOM, ternyata seperti ini. Ternyata ini yang sama dengan yang di Amerika. Ini yang sama seperti yang di Eropa. Ini meningkatkan confidence level ke anak-anak kita," ungkap dia dalam Health Forum dengan tema "BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?", Jumat (27/2/2026).

Dia menambahkan, BPOM akan menginspeksi produk obat-obatan buatan Etana secara rutin. Setelah itu, BPOM akan melakukan evaluasi, baik pada tahap pre-market maupun post-market. Dari situ, Etana menyadari bahwa status WLA yang diraih BPOM berdampak besar hingga ke level teknis. Hal ini membuat Etana lebih percaya diri dengan produk obat dan data-data yang dimiliki perusahaan.

Dengan dukungan BPOM yang telah menyandang status WLA, Etana siap untuk bersaing di tingkat global. Terlebih lagi, Etana memiliki modal berharga berupa sumber daya manusia (SDM) yang didominasi oleh anak-anak muda. Tak sedikit karyawan Etana yang merupakan alumni perguruan tinggi luar negeri yang pulang kembali ke Indonesia.

"Menurut saya, kita sebagai bangsa Indonesia, dengan BPOM dan WLA ini, inferiority kita benar-benar, kita tidak boleh inferior lagi. Kita harusnya benar-benar equal dengan negara-negara maju di dunia," pungkas dia.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |