Studi Temukan Efek Tak Terduga WFH: Tingkat Kesuburan Meningkat

9 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Studi terbaru menemukan efek tak terduga dari kebijakan Work From Home (WFH) yang pertama kali menjadi tren saat pandemi. Penelitian yang mencakup 38 negara tersebut menemukan bahwa bekerja dari rumah dikaitkan dengan angka kelahiran yang lebih tinggi. 

Mengutip Euronews, di 38 negara yang diteliti, perkiraan angka kelahiran meningkat sebesar 0,32 anak per wanita ketika kedua pasangan bekerja dari rumah setidaknya satu hari per minggu, dibandingkan dengan pasangan yang tidak bekerja dari rumah. Di Amerika Serikat, peningkatan tersebut mencapai 0,45 anak per wanita.

Temuan ini berasal dari penelitian Steven J. Davis dan rekan-rekannya, yang diterbitkan oleh Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) dengan judul 'Work From Home and Fertility' atau 'Bekerja dari Rumah dan Kesuburan.'

Angka kelahiran didefinisikan sebagai jumlah anak yang dilahirkan oleh responden seumur hidupnya ditambah rencana untuk kesuburan di masa depan. Artinya, angka tersebut mencakup jumlah anak yang telah lahir dan yang direncanakan. Sampel terdiri dari orang dewasa berusia 20 hingga 45 tahun.

Dalam sampel, rata-rata jumlah anak per wanita adalah 2,26 ketika kedua pasangan tidak bekerja dari rumah. Jika wanita bekerja dari rumah setidaknya satu hari per minggu, angka kelahiran meningkat menjadi 2,48 anak. Jika kedua pasangan melakukannya, angka tersebut meningkat lebih tinggi menjadi 2,58.

Jika pria bekerja dari rumah setidaknya satu hari per minggu, peningkatannya lebih terbatas yaitu 2,36 anak.

Mengapa ini terjadi?

Meningkatnya angka kelahiran terjadi ketika orang tua bekerja setidaknya satu hari dari rumah. Penelitian menunjukkan tiga kemungkinan dasar.

1) Ketika kedua orang tua bisa tetap bekerja dan juga mengasuh anak, pasangan lebih terbuka untuk memilih punya lebih banyak anak.

2) Pasangan yang memiliki anak cenderung memilih pekerjaan yang menawarkan pilihan WFH, tetapi angka kelahiran tidak sensitif terhadap status WFH.

3) Pekerjaan yang menawarkan opsi WFH meningkatkan angka kelahiran dengan memperluas peluang saat ini dan di masa depan untuk memilih pekerjaan yang ramah bagi orang tua.

"Ketiga alasan tersebut selaras dengan gagasan bahwa pekerjaan WFH mempermudah orang tua untuk menggabungkan pengasuhan anak dan pekerjaan," demikian tulis laporan tersebut.

Para peneliti menemukan 'bukti yang jelas' bahwa angka kelahiran meningkat seiring dengan peluang WFH. Pola ini berlaku setelah pandemi (2023-2025) dan sebelum pandemi (2017-2019).

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |