Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa wilayahnya menjadi sasaran serangan rudal balistik Iran. Dalam pernyataan resminya, otoritas pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah bekerja ekstra keras dan berhasil mencegat sejumlah rudal yang diarahkan ke objek-objek vital di negara tersebut.
Meskipun sebagian besar ancaman berhasil dipatahkan di udara, jatuhnya serpihan rudal di kawasan pemukiman di Abu Dhabi dilaporkan memicu kerusakan material yang cukup signifikan. Insiden ini juga memakan korban jiwa, di mana satu orang warga negara asing asal Asia dinyatakan tewas akibat hantaman serpihan proyektil tersebut di area padat penduduk.
Pemerintah UEA mengutuk keras serangan ini dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang sengaja dirancang untuk merusak stabilitas kawasan secara total.
"Kementerian mengecam serangan ini dengan nada yang paling keras, menekankan penolakan mutlak negara terhadap penargetan objek sipil, fasilitas, dan institusi nasional, serta menekankan bahwa tindakan semacam itu merupakan eskalasi berbahaya dan tindakan pengecut yang mengancam keamanan dan keselamatan warga sipil serta merusak stabilitas," bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan UEA dikutip Al Jazeera.
Lebih lanjut, pihak kementerian menegaskan bahwa serangan ini adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.
"Kementerian menekankan bahwa penargetan ini adalah pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional, dan bahwa negara memiliki hak penuh untuk menanggapi eskalasi ini dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya. Kami sepenuhnya siap dan siaga untuk menangani segala bentuk ancaman," tambah pernyataan tersebut dalam nada yang sangat tegas.
Eskalasi terbaru ini merupakan buntut dari peristiwa besar yang terjadi ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara gabungan secara masif ke wilayah Iran. Operasi militer tersebut menargetkan infrastruktur strategis dan fasilitas militer Iran sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan yang melibatkan pengembangan nuklir Teheran.
Serangan gabungan AS-Israel ini seketika mengubah konstelasi keamanan di Teluk, memicu Teheran untuk segera mengaktifkan doktrin pertahanan agresif mereka.
Menanggapi gempuran ini Iran melancarkan serangan balasan yang luas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk yang berada di wilayah UEA.
(tps)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)


