Video: Berkat BPOM, RI Incar Ekspor Vaksin ke Nigeria dan Negara Islam

11 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menggelar Health Forum dengan tema"BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?" yang akan mengupas tuntas dampak atas keberhasilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia yang mendapatkan pengakuan dari badan kesehatan dunia dan masuk daftar WHO Listed Authority (WLA)

Keberhasilan BPOM masuk masuk daftar WHO Listed Authority (WLA) disebut Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya sebagai peluang bagi Bio Farma untuk mengembangkan pasar ekspor yang saat ini sudah mencapai 54% dari portofolio. Selain itu Bio Farma bersiap menambah produk baru seiring dengan meningkatnya kepercayaan dunia global.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Biotis Pharmaceuticals Indonesia yang disebut Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia , FX Sudirman bersiap untuk meningkatkan pasar ekspor vaksin RI utamanya vaksin untuk anak-anak ke negara seperti India, China hingga Nigeria dan Pakistan.

Sementara Director of Corporate Relation and Strategic Affair PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakasa menyebutkan peluang bagi Etana untuk memanfaatkan status WLA BPOM dan kebijakan Halal RI untuk mendorong ekspansi obat dan vaksin RI ke negara Islam

Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja bersama Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya dengan Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman dan Director of Corporate Relation and Strategic Affair PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakasa dalam Health Forum, CNBC Indonesia (Jum'at, 27/02/2026)


Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |