Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemahan nilai tukar Rupiah di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah menjadi salah satu tantangan distributor alat kesehatan RI yang masih banyak mengandalkan pasokan dari impor.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), Heru Firdausi Syarif menyebutkan fluktuasi mata uang dan kenaikan biaya logistik global memberikan tekanan pada struktur biaya industri, termasuk sektor alkes. Menghadapi kondisi ini, efisiensi operasional menjadi salah satu strategi IRRA dalam menghadapi gejolak Rupiah.
IRRA memastikan dinamika global ini tidak membebani akses masyarakat terhadap alat kesehatan dan produk farmasi yang terbaik, oleh karena itu IRRA menyeimbangkan/menyesuaikan antara kebutuhan masyarakat dan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk modernisasi layanan kesehatan RI.
Momentum modernisasi dan transformasi infrastruktur kesehatan pemerintah dimanfaatkan IRRA untuk memasok alkes yang dibutuhkan oleh rumah sakit. Hasilnya IRRA mampu mencatatkan penjualan dan laba yang kuat.
Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), Heru Firdausi Syarif dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 21/05/2026)
Add
source on Google

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)










