Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah berbagai narasi optimisme ekonomi nasional, satu realitas masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi indonesia, yakni lapangan kerja. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan, per November 2025, jumlah pengangguran di Tanah Air masih mencapai 7,35 juta orang. Angka yang tidak bisa dipandang sebagai sekadar statistik.
Ironisnya, mayoritas pengangguran justru datang dari kelompok usia produktif dan berpendidikan, didominasi lulusan SMK dan SMA, disusul sarjana dan diploma. Bahkan alumni LPDP pun tidak menjamin akan adanya pekerjaan. Fakta ini menjadi sinyal kuat, bahwa pendidikan belum sepenuhnya menjadi jembatan menuju dunia kerja.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa lapangan kerja tak sebanding dengan jumlah lulusan? Simak paparan Crysania Suhartanto, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 27/02/2026) berikut ini.
Add
source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)

