Wasit FIFA Pakai Koin Rupiah Macan Jawa di Kick Off Final Piala Dunia

2 hours ago 1
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memang belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia. Namun, jejak Indonesia ternyata pernah hadir di panggung sepak bola terbesar dunia. Pada final Piala Dunia 1974, koin rupiah buatan Bank Indonesia dipakai wasit untuk memulai pertandingan yang disaksikan ratusan juta pasang mata di seluruh dunia.

Momen itu terjadi pada 7 Juli 1974 di Olympiastadion, Munich, ketika tuan rumah Jerman Barat menghadapi Belanda pada partai final. Wasit asal Inggris, Jack Taylor, menggunakan koin Indonesia pecahan Rp2.000 saat memimpin pertandingan tersebut. Koin itu dipakai sebagai alat coin toss untuk menentukan tim yang berhak melakukan operan bola terlebih dahulu. 

Koin itu dipilih Taylor karena desainnya yang menarik di kedua sisi serta bobotnya yang dinilai pas untuk diundi. Koin seberat 25,31 gram itu menampilkan gambar Macan Jawa pada satu sisi dan lambang Garuda dengan tulisan "Bank Indonesia" pada sisi lainnya.

Menurut Museum Bank Indonesia, koin Rp2.000 emisi 1974 tersebut juga tergolong sangat istimewa. Hanya tiga keping yang diterbitkan dan dana hasil penjualannya digunakan untuk mendukung upaya penyelamatan satwa langka di Indonesia. Penerbitannya merupakan bagian dari Conservation Coin Collection WWF, hasil kerja sama Bank Indonesia dengan International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan World Wildlife Fund (WWF).

Dalam proses pembuatannya, Bank Indonesia menggandeng Royal Mint, perusahaan percetakan koin dan medali milik Kerajaan Inggris. Koin itu dicetak dengan diameter 38,61 milimeter, berat 25,31 gram, serta mengandung 50% perak. 

Keunikan koin tersebut rupanya juga menarik perhatian kapten Jerman Barat, Franz Beckenbauer. Seusai babak pertama, legenda sepak bola yang dijuluki Der Kaiser itu menghampiri Taylor untuk menanyakan asal-usul koin yang dipakai dalam pengundian sebelum laga dimulai. Namun, sang wasit hanya tersenyum dan tidak memberikan jawaban.

Bagi Taylor, koin itu memiliki nilai sentimental. Setelah pensiun, wasit yang memimpin pertandingan di tiga edisi Piala Dunia tersebut tetap menyimpan koin Rp2.000 itu bersama peluit emas yang diterimanya sebagai kenang-kenangan dari final Piala Dunia 1974. 

(mfa/mfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |