3 Alasan Masuk Akal Mengapa Ajax Memilih Maarten Paes

6 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Kepulangan Maarten Paes ke Belanda bersama Ajax Amsterdam sama sekali bukan keputusan mendadak. Di balik transfer ini, tersimpan proses panjang, observasi detail, dan perencanaan matang yang sudah berjalan jauh sebelum namanya ramai dibicarakan publik.

Ajax melihat Paes bukan sekadar opsi tambahan di bawah mistar. Kiper Timnas Indonesia itu dinilai sebagai bagian dari kepingan penting dalam rencana jangka menengah klub, terutama untuk menjaga keseimbangan ruang ganti dan kualitas latihan.

Sumber internal klub menyebut Ajax telah memantau Paes selama hampir dua tahun terakhir. Pemantauan itu tidak hanya dilakukan saat pertandingan bersama FC Dallas, tetapi juga menyoroti aspek yang kerap luput dari sorotan publik.

Mentalitas, sikap di dalam skuad, serta pengaruhnya terhadap rekan setim menjadi faktor utama yang membuat Ajax yakin. Dari sinilah keputusan membawa Paes kembali ke Belanda akhirnya diambil.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dipantau Bukan Hanya Saat Bertanding

Ajax tidak menilai Paes semata dari penyelamatan atau statistik di lapangan. Selama hampir dua tahun, klub secara intens mengikuti kiprah Paes di FC Dallas, termasuk bagaimana ia berperilaku dan memberi dampak di dalam tim.

Bagi Ajax, kiper berusia 27 tahun itu adalah sosok ideal untuk peran pelapis yang tidak hanya menawarkan rasa aman, tetapi juga nilai tambah lain. Ia dipandang mampu berkontribusi dalam dinamika skuad, terutama di lingkungan yang dipenuhi pemain muda.

Di internal klub, Paes dikenal sebagai pemain tim sejati dengan mentalitas atlet elite. Ia disebut sebagai sosok yang sangat serius dalam latihan, selalu memberi segalanya di setiap sesi, dan secara tidak langsung meningkatkan level rekan-rekannya.

Profil seperti inilah yang dianggap krusial bagi Ajax, klub yang terus mengandalkan perkembangan kiper-kiper muda dan membutuhkan figur profesional sebagai penyeimbang.

Bagian dari Rencana Besar Posisi Kiper Ajax

Rekrutmen Paes juga tidak bisa dilepaskan dari situasi Ajax di posisi penjaga gawang. Saat ini, Ajax memiliki Vitezslav Jaros yang dipinjam dari Liverpool, serta Remko Pasveer yang sudah berusia 42 tahun dan mendekati akhir kariernya.

Dalam konteks tersebut, Ajax merasa perlu menambah sosok berpengalaman yang mampu menghadirkan stabilitas dan kesinambungan. Paes dinilai memenuhi kriteria itu, baik dari sisi usia, pengalaman, maupun pendekatan profesionalnya terhadap sepak bola.

Ia tidak datang dengan janji langsung menjadi kiper utama. Namun, Ajax sudah menyiapkan peran yang jelas, yakni memperkuat departemen penjaga gawang secara menyeluruh, di dalam maupun di luar lapangan.

Momentum Tepat dan Faktor Kedekatan Jordi Cruyff

Waktu juga memainkan peran penting dalam transfer ini. Kompetisi Major League Soccer sedang jeda, situasi yang membuat FC Dallas lebih terbuka untuk bernegosiasi. Dengan nilai transfer di atas satu juta euro, Ajax merasa mendapatkan kiper yang sudah mereka kenal luar dalam.

Selain itu, ada faktor kedekatan personal yang tidak bisa diabaikan. Direktur teknik Ajax, Jordi Cruyff, dikenal memiliki relasi baik dengan Paes. Di luar perannya di Ajax, Cruyff juga menjabat sebagai penasihat PSSI, sehingga ia memahami betul profil kiper Timnas Indonesia tersebut.

Paes sendiri sudah mengoleksi sepuluh caps bersama Timnas Indonesia. Ia meniti karier profesionalnya di Amerika Serikat setelah menimba ilmu di NEC Nijmegen, sebelum akhirnya dipercaya menjadi kapten klub dan pemain internasional.

Ajax kini berharap Paes bisa menjadi figur yang memperkuat fondasi tim, bukan hanya lewat performa saat dibutuhkan, tetapi juga melalui standar kerja dan mentalitas yang ia bawa ke dalam skuad. Sebuah transfer yang tenang di permukaan, namun sarat makna di balik layar.

Sumber: Voetbal Primeur

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Gregah Nurikhsani
Read Entire Article
| | | |