4 Kebiasaan Warga RI Ternyata Bikin Perut Buncit, Bukan Makan Nasi

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa masyarakat yang hendak menghempaskan 'masalah' perut buncit kerap menyalahkan nasi sebagai penyebabnya. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Memang, Perut buncit menjadi masalah yang cukup umum di Indonesia. Selain mempengaruhi penampilan dan kepercayaan diri, kondisi ini juga berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan, seperti gangguan metabolisme dan penyakit kronis.

Menurut para ahli, perut buncit lebih banyak disebabkan oleh pola hidup dan kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat, terutama pada malam hari. Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, menjelaskan bahwa ada sejumlah kebiasaan tertentu yang dapat memicu penumpukan lemak di area perut.

Berikut empat di antaranya yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia.

1. Minum susu jelang tidur

Sebagian orang punya kebiasaan menikmati susu hangat pada malam hari untuk membantu mereka tidur. Tak heran, karena minuman ini sarattriptofan, asam amino yang bisa membantu Anda rileks dan merasa lebih baik. Kabar buruknya adalah bahwa kalori ekstra dalam susu bisa membuat lingkar pinggang Anda bertambah.

2. Makan dekat waktu tidur

Idealnya, Anda harus mengonsumsi makanan terakhir Anda tiga jam atau lebih sebelum tidur.

"Saat kita tidur, kita mematikan pencernaan dan berusaha memperbaiki dan menyembuhkan tubuh kita. Jika ada makanan yang perlu dicerna di usus, itu mengalihkan perhatian tubuh dari penyembuhan, karena berfokus pada mencerna makanan," ungkap The Nutrition Twins.

Saat tidur, tubuh berusaha menyimpan energi, memulihkan, dan memperbaiki, kalori tersebut tidak tidak dimanfaatkan dengan baik dan mereka bisa berakhir menjadi lemak perut.

Penelitian mengungkapkan bahwa makan terlalu larut mengacaukan ritme sirkadian Anda, dan berdampak negatif pada pengaturan gula darah dan metabolisme lemak Anda.

3. Minum Alkohol

Kebiasaan buruk seperti mengonsumsi alkohol bisa menambah lemak perut. Konsumsi alkohol terlalu banyak berhubungan dengan bertumpuknya visceral fat dan meningkatnya body mass index(BMI) sebagaimana dijelaskan dalam laman Healthline.

4. Konsumsi Makanan Manis

Makanan manis sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada minuman kemasan yang dalam 1 pcs bisa mengandung 25 gram gula. Sangat mengerikan.

Dikutip dari Healthline, makanan dan minuman dengan kalori tinggi merupakan penyumbang asupan gula terbesar di Amerika Serikat.

Karenanya tubuh mendapat asupan kalori dan gula dalam jumlah besar dengan sedikit atau tanpa nilai gizi dalam sekali makan. Hal ini nantinya menyebabkan penambahan berat badan dan menambah penyimpanan lemak, terutama di bagian perut.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |