Jakarta, CNBC Indonesia - Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung yang baru. Langkah ini diambil guna mengisi kekosongan kekuasaan setelah wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan udara Amerika Serikat.
Penunjukan sosok berusia 56 tahun ini langsung memicu guncangan hebat di pasar global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan meroket hingga melampaui level US$ 120 per barel pada Senin, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2022.
Selain faktor kepemimpinan baru, lonjakan ini dipicu oleh keputusan mendadak Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Ini adalah jalur urat nadi distribusi minyak dunia.
Sebenarnya, Mantan Duta Besar Israel untuk AS, Michael Herzog, menilai langkah Iran memilih putra mahkota ini sebagai bentuk "perlawanan terbuka". Bahkan ini memberi sinyal "dendam yang besar".
"Rakyat Iran menunjukkan pembangkangan dengan memilih putra Khamenei. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan, dan orang ini kemungkinan besar akan memiliki dendam yang besar," ujar Herzog kepada CNBC International, Kamis (12/3/2026).
Lalu bagaimana sebenarnya fakta dari seorang Mojtaba Khamenei?
1.Lebih Garis Keras Dibanding Sang Ayah
Mojtaba dikenal memiliki profil yang jauh lebih konservatif dan keras dibandingkan mendiang ayahnya. Lahir di kota suci Mashhad, ia telah terpapar radikalisme politik sejak usia 10 tahun saat revolusi 1979 pecah.
Kedekatannya dengan elite keamanan Iran terbangun saat ia bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada akhir 1980-an. Kala itu, perang Iran-Irak pecah.
Meskipun telah lama berada di pusat kekuasaan dan memperkuat jaringan melalui pernikahan dengan putri politisi senior konservatif, Mojtaba tidak memegang gelar keagamaan tradisional. Kendati demikian, ia memiliki reputasi yang menakutkan karena diduga menjadi otak di balik tindakan keras terhadap gerakan protes Green Movement pada tahun 2009.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, langsung bereaksi keras atas penunjukan ini dan menyatakan keraguannya terhadap masa depan perdamaian di kawasan tersebut. Trump mengaku kecewa.
"Saya sangat kecewa dengan pemilihan pemimpin baru ini. Saya tidak percaya dia bisa hidup dalam perdamaian," tegas Trump dalam wawancaranya bersama Fox News.
2.Koneksi Erat dengan Garda Revolusi (IRGC)
Kekuatan utama Mojtaba terletak pada hubungan industrial dan militernya dengan IRGC, lembaga militer paling elit di Iran yang memiliki 200.000 personel. Tanpa dukungan penuh dari garda ini, mustahil baginya untuk naik takhta menggantikan sang ayah.
Selama puluhan tahun, ia beroperasi di balik layar sebagai koordinator utama antara kantor pemimpin agung dengan unit intelijen dan komandan militer. Di tengah spekulasi mengenai perpecahan di internal kepemimpinan Iran pasca serangan AS, pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh elemen negara tetap solid.
"Seluruh bangsa akan bersatu di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei dalam menghadapi tekanan asing," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.
3.Kehilangan Ayah, Ibu, Istri dan Anak karena Serangan AS-Israel
Kenaikan takhta Mojtaba diselimuti oleh tragedi pribadi yang mendalam. Selain kehilangan ayahnya, laporan pemerintah Iran menyebutkan bahwa istri, putra, dan ibunda Mojtaba juga ikut tewas dalam serangan udara yang terjadi pada 28 Februari.
Hal ini diyakini akan menutup pintu diplomasi antara Teheran dan Washington. Mantan Penasihat Timur Tengah di Departemen Pertahanan AS, Jasmine El-Gamal, memprediksi bahwa latar belakang duka ini akan membuat Mojtaba menjadi pemimpin yang sangat agresif.
"Anda bisa membayangkan bahwa ini bukan seseorang yang akan berada dalam suasana hati untuk berdamai. Kedua belah pihak terus menjauh, dan itulah sebabnya saya katakan kita akan terus melihat lebih banyak eskalasi dari perspektif militer," jelas El-Gamal.
4.Sosok 'Penjaga Gerbang' yang Tak Pernah Menjabat di Publik
Berbeda dengan ayahnya yang pernah menjabat sebagai Presiden sebelum menjadi Pemimpin Agung, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan publik. Ia lebih banyak bergerak di bayang-bayang sebagai "penjaga gerbang utama" dan sosok yang mengendalikan pengaruh dari balik jubah kekuasaan ayahnya.
Pada tahun 2005 dan 2009, kelompok reformis menuduhnya memanipulasi pemilu untuk memenangkan kandidat konservatif seperti Mahmoud Ahmadinejad. Kandidat reformis saat itu, Mahdi Karroubi, bahkan pernah mengirim surat protes kepada Ali Khamenei mengenai campur tangan putranya.
Khamenei senior kala itu menanggapi protes tersebut dengan membela independensi putranya secara diplomatis. "Dia adalah orangnya sendiri, bukan hanya putra saya," tulis Ayatollah Khamenei dalam penggalan surat yang diterbitkan oleh PBS.
5.Gurita Bisnis
Dibalik citra kesederhanaan dan kesalehan agama yang ditampilkan di Iran, laporan investigasi mengungkap sisi lain kekayaan Mojtaba. Ia diduga memiliki imperium properti mewah di Eropa hingga Timur Tengah yang nilainya mencapai ratusan juta dolar AS.
Investasi tersebut mencakup hunian mewah di "Billionaire's Row" London senilai lebih dari 100 juta pound (Rp 2,2 triliun), vila di Emirates Hills Dubai, hingga hotel-hotel kelas atas di Frankfurt dan Mallorca. Sebagian besar aset ini disembunyikan melalui jaringan perusahaan cangkang dan perantara.
(tps/sef)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




