Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat hampir dua jam dengan manajemen Inpex Masela Ltd dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Selasa (24/2/2026). Adapun, rapat tersebut membahas terkait percepatan proyek Lapangan Gas Abadi, Blok Masela, Laut Arafura, Maluku.
Setidaknya, ada lima poin penting hasil rapat dan perkembangan proyek Blok Masela tersebut:
1. Purbaya Minta Proyek Blok Masela Tidak Tertunda
Dalam rapat yang digelar di Kementerian Keuangan pada Selasa (24/2/2026), Purbaya yang juga merupakan Wakil Ketua I Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) atau Satgas Debottlenecking berharap agar proyek senilai hampir US$ 21 miliar atau sekitar Rp 352 triliun tersebut tidak kembali mengalami kemunduran.
Purbaya mengakui proyek Masela sudah berjalan cukup lama dan sebelumnya terhambat berbagai izin. Namun, progres terbaru menunjukkan kemajuan di mana persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah keluar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan diserahkan kepada Inpex pada Jumat (20/2/2026) lalu.
2. Dibentuk Tim Khusus
Adapun guna memastikan proyek tidak kembali tersendat, Purbaya meminta dibentuknya tim khusus (special task force) agar Inpex bisa melaporkan hambatan secara reguler terkait keberlangsungan proyek Blok Masela.
"Mereka bisa lapor gitu. Nanti dianalisa di Kementerian Keuangan. Tapi analisanya akan cepat. Sehingga kalau memang di dalam negeri gak ada ya udah keluar negeri," kata Purbaya.
3. Pemerintah Jamin Kesucian Kontrak Blok Masela
Dalam rapat tersebut, Purbaya juga memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menghormati kontrak Proyek Blok Masela yang disepakati dengan perusahaan asal Jepang yakni Inpex Masela Ltd.
Meski demikian, Purbaya mengatakan pemerintah tetap dapat menerbitkan regulasi baru yang bersifat umum untuk kepentingan kebijakan nasional. Dalam beberapa kasus, aturan tersebut bisa saja berdampak tidak langsung pada proyek yang sudah berjalan.
"Namun mungkin suatu saat kita membuat beberapa aturan atau regulasi yang mengawasi. Hal itu tidak secara sengaja memengaruhi kontrak, tetapi karena dampak keterkaitan, mungkin hal itu memengaruhi kontrak Anda," ujar Purbaya.
Jika hal tersebut terjadi, Purbaya meminta investor untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah agar penyesuaian dapat dilakukan tanpa mengganggu kepastian investasi.
"Beri tahu kami jika itu terjadi. Kami akan menyesuaikan. Tetapi kami tidak pernah melanggar kesucian kontrak. Itu sangat penting untuk kepercayaan investasi di negara ini. Jadi, Pak, jangan takut," ujarnya.
4. Purbaya Minta Harga Gas Blok Masela Kompetitif
Purbaya juga meminta kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) agar harga gas yang diproduksikan Inpex Masela Ltd di proyek Blok Masela dapat lebih kompetitif. Terutama, untuk sektor industri pengguna gas dalam negeri.
Purbaya menilai harga gas pipa Blok Masela dalam rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) sekitar US$6,8 per MMBTU sudah cukup bagus. Namun demikian, industri berpotensi mendapatkan harga gas yang lebih tinggi dari angka tersebut, terutama bila mendapatkan gas alam cair (LNG).
Sementara itu, untuk harga gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Masela Purbaya juga meminta agar harganya dapat dikontrol di sekitar US$9 per MMBTU. Adapun, di dalam rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), harga LNG dari Blok Masela diperkirakan sekitar 13,5% dari harga minyak mentah Indonesia (ICP).
5. Proyek Blok Masela Ditargetkan Tuntas Sebelum 2029
Tak hanya itu, Purbaya juga meminta agar pembangunan proyek Blok Masela dapat dipercepat sebelum 2029, sehingga dapat segera berproduksi. Inpex sebelumnya menyampaikan target onstream proyek berada di kisaran 2030-2031.
Ia juga meminta, untuk pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pekerjaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) dapat dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Groundbreaking sendiri sebagai persiapan masuknya proyek ke fase onshore LNG (OLNG) seiring terbitnya izin AMDAL Blok Masela.
"Jadi gasnya udah berproduksi. Jadi kita akan percepat semaksimal mungkin. Jadi saya cuma bisa mendukung aja kan. Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," kata Purbaya.
Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.
Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.
(ven/wia)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
