Jakarta, CNBC Indonesia - Kesadaran menyiapkan dana pensiun di kalangan generasi muda masih tergolong rendah. Padahal, tanpa perencanaan sejak dini, jutaan orang berisiko menghadapi masa tua dengan kondisi finansial yang rapuh.
Riset terbaru menunjukkan baik Gen Z maupun milenial masih belum menjadikan pensiun sebagai prioritas. Di saat yang sama, Indonesia diproyeksi memasuki era populasi menua dalam dua dekade ke depan, yang berarti tekanan finansial di masa tua bisa semakin besar jika tidak dipersiapkan dari sekarang.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan sejak dini agar pensiun tetap aman dan nyaman dari pakar keuangan Bank DBS Indonesia, Selasa (31/3/2026):
1. Mulai Nabung Sekarang, Meski Sedikit
Kunci utama ada di waktu. Semakin cepat mulai, semakin besar peluang dana berkembang lewat efek compounding, yaitu keuntungan yang terus bertumbuh dan menghasilkan keuntungan tambahan seiring waktu.
Meski nominal kecil, investasi rutin dalam jangka panjang bisa tumbuh signifikan. Sebaliknya, menunda justru membuat target dana pensiun makin berat karena waktu pengembangan aset lebih pendek.
2. Hitung Pensiun Bukan Cuma Buat Bertahan Hidup
Banyak orang hanya menghitung kebutuhan dasar seperti makan dan tempat tinggal. Padahal, masa pensiun juga butuh biaya untuk menjaga kualitas hidup.
Aktivitas seperti traveling, olahraga, hingga bersosialisasi tetap perlu diperhitungkan agar masa tua tetap aktif dan bermakna, bukan sekadar bertahan hidup.
3. Susun Anggaran dengan Pola 50-30-20
Buat yang baru mulai kerja, mengatur uang jadi tantangan. Salah satu cara paling simpel adalah metode:
50% untuk kebutuhan (makan, sewa, transportasi)
30% untuk keinginan (hiburan, hobi)
20% untuk tabungan dan investasi
Dengan pola ini, alokasi dana pensiun bisa mulai terbentuk secara konsisten.
4. Pilih Strategi Investasi Sesuai Fase Hidup
Setiap fase hidup butuh strategi berbeda.
Milenial membutuhkan kombinasi pertumbuhan dan stabilitas (saham, obligasi, aset alternatif), sementara Gen Z bisa mulai dari instrumen lebih aman seperti reksa dana atau obligasi.
Yang terpenting bukan instrumennya, tapi konsistensi investasi dan disiplin mengevaluasi portofolio.
5. Pahami Siklus Ekonomi
Investasi tidak bisa statis. Kondisi ekonomi selalu berubah, dari fase tumbuh hingga resesi.
Oleh karena itu, penting untuk rutin mengevaluasi strategi investasi dan menyesuaikannya dengan kondisi pasar agar dana pensiun tetap aman.
6. Jangan Tunggu Kaya Baru Mulai
Persiapan pensiun bukan soal besar kecilnya uang, tapi soal kebiasaan.
Mulai dari sekarang dengan disiplin menabung, meningkatkan pendapatan, dan membangun pola keuangan sehat akan jauh lebih berdampak dalam jangka panjang. Meskipun terkesan menakutkan, menyiapkan dana pensiun sebenarnya tidak harus rumit.
Perencanaan yang matang sejak dini menjadi kunci agar generasi muda tetap mandiri secara finansial saat pensiun nanti. Tanpa itu, risiko kesulitan ekonomi di masa tua bukan lagi sekadar kemungkinan, tapi bisa jadi kenyataan.
(hsy/hsy)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

