Ada Demo di DPR, Kawasan Tugu Tani Lengang-Parkiran Tempat Makan Sepi

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana berbeda kini terlihat di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, saat memasuki jam makan siang, Kamis (27/8/2026). Kawasan yang biasanya dipadati kendaraan pada sekitar pukul 12.00 WIB itu kini tampak lengang.

Pantauan CNBC Indonesia di lokasi menunjukkan arus kendaraan di sekitar Tugu Tani relatif lancar. Tidak terlihat penumpukan kendaraan maupun kemacetan yang biasanya mewarnai kawasan tersebut menjelang dan saat jam makan siang.

Kondisi serupa terlihat di area kuliner yang berada di sekitar Tugu Tani. Pada hari normal, bahu jalan di kawasan tersebut kerap dipenuhi kendaraan yang terparkir milik pengunjung sejumlah tempat makan. Namun kali ini, hampir tidak terlihat kendaraan yang terparkir di sisi jalan.

Tampak area parkir restoran cepat saji dan ritel modern di kawasan ini, yang biasanya dipenuhi kendaraan juga tampak jauh lebih lengang. Memang masih terdapat sejumlah mobil dan sepeda motor yang terparkir, tetapi jumlahnya tidak sepadat kondisi normal.

Sepinya kawasan tersebut juga diakui oleh juru parkir yang sehari-hari bertugas di sekitar lokasi.

Salah seorang juru parkir yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan kondisi hari ini jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasanya. Bahkan, area parkir yang biasanya penuh hingga meluber ke luar kini masih menyisakan banyak ruang kosong.

"Iya, sepi banget hari ini. Biasanya penuh, sampai sini (luar area parkir) biasanya penuh. Sekarang masih banyak yang kosong," katanya saat ditemui CNBC Indonesia di lokasi, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta. Dampaknya, banyak pekerja kantoran memilih bekerja dari rumah atau work from home (WFH), sehingga aktivitas makan siang di kawasan Tugu Tani ikut berkurang.

"Karena demo, iya. Terus karena demo kan orang-orang kantoran pada WFH, jadi nggak ada yang makan siang ke sini," ujarnya.

Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Juru parkir lainnya, juga menyebut kawasan tersebut baru kali ini terlihat sepi. Padahal, menurut dia, kondisi parkiran biasanya tetap ramai meski terdapat kebijakan WFH.

"Sepi. Baru hari ini sepi. Kemarin masih ramai. Ya kayak biasanya ini nggak pernah sepi, baru ini sepi. Jumat (meskipun) ada (kebijakan) WFH masih ramai penuh parkiran. Ini sepi," kata juru parkir lainnya.

Sepinya kendaraan turut berdampak langsung terhadap pendapatan juru parkir. Para juru parkir mengaku pendapatannya mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

"Kalau ditanya pendapatan ya turun jelas," sebutnya.

Dampak aksi demonstrasi terhadap aktivitas ekonomi juga dirasakan pedagang rumah makan di kawasan Tugu Tani. Beni, salah seorang pedagang, mengakui terjadi penurunan jumlah pembeli pada hari ini.

Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Menurutnya, kondisi normal di rumah makan tersebut bahkan membuat pengunjung harus bergantian mendapatkan tempat duduk atau memilih membawa makanan pulang. Namun, situasi itu berubah pada hari ini karena jumlah pelanggan jauh lebih sedikit.

"Ya pasti ada turun dong (pendapatannya). Biasanya orang kalau mau makan di sini harus gantian, atau dibungkus, sekarang bisa langsung. Sepi karena ada demo itu. Kemarin masih ramai, baru hari ini," kata Beni.

Sebagai informasi, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Aksi ini tidak hanya didukung gerakan mahasiswa tetapi juga melibatkan kelompok masyarakat dengan kepentingan dan tuntutan yang berbeda. Di antara tuntutan demonstran adalah penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah hingga tuntutan ekonomi dan demokrasi.

Menyusul aksi demo, sejumlah kantor menerapkan work from home (WFH) untuk mengantisipasi gangguan mobilitas dan potensi kemacetan. Karyawan yang pekerjaannya tidak memungkinkan dilakukan dari rumah bahkan diliburkan.

Kebijakan WFH antara lain diterapkan sejumlah perusahaan di kawasan Sudirman dan Semanggi. Beberapa agenda meeting offline juga ditunda atau dialihkan ke hari lain.

Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pantauan langsung CNBC Indonesia di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |