AirAsia Teken Deal Jumbo Rp330 Triliun Beli 150 Pesawat Airbus

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - AirAsia resmi meneken kesepakatan jumbo senilai US$19 miliar atau sekitar Rp330 triliun untuk membeli 150 pesawat Airbus A220-300 buatan Kanada. Transaksi ini bukan hanya menjadi langkah ekspansi besar bagi maskapai berbiaya rendah tersebut, tetapi juga tercatat sebagai pesanan terbesar dalam sejarah industri penerbangan Kanada.

Kesepakatan tersebut diumumkan di fasilitas produksi Airbus di Mirabel pada Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan itu, pendiri bersama AirAsia, Tony Fernandes, menyebut pesawat A220 sebagai elemen penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

"Ini adalah alat yang sempurna untuk fase pertumbuhan kami berikutnya," kata Fernandes dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan ambisi besar maskapai yang selama ini dikenal agresif memperluas jaringan penerbangannya di kawasan Asia.

"Pesanan ini mencerminkan disiplin jangka panjang kami dan skala ambisi kami," ujarnya lagi.

Dalam keterangannya, AirAsia menyebut kesepakatan tersebut juga memberi fleksibilitas strategis untuk meningkatkan jumlah pembelian hingga 300 unit pesawat keluarga A220 di masa mendatang, jika permintaan pasar terus meningkat. Maskapai itu menilai armada baru akan memperkuat ekspansi rute-rute regional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

CEO Airbus Commercial Aircraft, Lars Wagner, mengatakan pesawat A220 akan membuka peluang baru bagi AirAsia untuk mengembangkan jaringan penerbangan di Asia.

"Pesawat A220 akan membuka rute-rute baru di seluruh Asia yang sebelumnya tidak memungkinkan," katanya.

Menurut Wagner, ketika armada baru mulai dikirim pada 2028, AirAsia juga dapat mengalihkan pesawat berbadan besar miliknya untuk fokus pada rute jarak jauh menuju Amerika Utara, Australia, dan Eropa. Tak hanya itu, ia menyebut AirAsia akan menjadi "pelanggan peluncur global" untuk konfigurasi baru A220 berkapasitas 160 kursi.

Pengumuman tersebut turut dihadiri Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang menekankan pentingnya kesepakatan ini bagi industri manufaktur negaranya.

"150 pesawat ini akan dibangun oleh pekerja Kanada di lantai pabrik Kanada," kata Carney.

Ia menambahkan proyek tersebut akan menciptakan pekerjaan berkualitas tinggi bagi ribuan pekerja di berbagai sektor industri.

"Bagi ribuan insinyur, teknisi listrik, tukang las baja, dan spesialis TI, ini akan berarti pekerjaan bergaji tinggi dan menarik untuk membangun pesawat luar biasa yang menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia," ujarnya.

Kanada sendiri merupakan satu-satunya negara di luar Eropa yang menjadi basis program besar Airbus, khususnya untuk produksi keluarga pesawat A220.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |