Alert! "Donald Trump" Tak Jadi Disembelih, Pindah ke Kebun Binatang

13 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Seekor kerbau albino di Bangladesh yang dijuluki "Donald Trump" akhirnya lolos dari penyembelihan setelah pemerintah turun tangan di menit-menit terakhir. Hewan berbulu pirang yang viral di media sosial itu kini dipindahkan dari peternakan menuju lokasi penampungan, dengan sejumlah laporan menyebutkan kerbau tersebut dibawa ke kebun binatang nasional di Dhaka.

Kerbau berbobot hampir 700 kilogram itu sebelumnya telah dijual untuk disembelih dalam perayaan Idul Adha. Namun, popularitasnya yang melonjak di internet membuat pemerintah Bangladesh mengambil langkah khusus untuk "menyelamatkannya".

Menteri Dalam Negeri Bangladesh Salahuddin Ahmed memerintahkan pejabat setempat menghentikan proses penyembelihan, mengembalikan uang pembeli, sekaligus memindahkan hewan tersebut ke tempat yang lebih aman. Kerbau unik asal Narayanganj, dekat Dhaka, itu mendadak terkenal setelah video yang menampilkan bulu krem di bagian kepalanya disamakan banyak warga dengan gaya rambut khas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Adik laki-laki saya menamai kerbau itu Donald Trump karena bulu di bagian depan kepalanya menyerupai Donald Trump," ujar pemilik kerbau, Ziauddin Mridha.

"Meskipun penampilannya mencolok, sifatnya sangat tenang," kata dia, menyebut meski memiliki penampilan mencolok, hewan tersebut sangat jinak.

Popularitas kerbau itu membuat banyak warga datang ke peternakan hanya untuk berfoto selfie. Video dan klip tentang hewan tersebut juga menyebar luas di internet hingga menarik perhatian pemerintah.

Pada Rabu, warga sempat berbondong-bondong mendatangi kawasan Jijira dengan harapan bisa melihat langsung kerbau yang viral itu. Namun saat tiba di lokasi, hewan tersebut ternyata sudah dipindahkan oleh pihak berwenang.

Rekaman media lokal memperlihatkan kerbau itu digiring menggunakan tali sebelum dinaikkan ke atas truk pikap. Sejumlah pengunjung yang datang sejak pagi tampak menyaksikan proses pemindahan tersebut.

Sementara itu, pembeli kerbau bernama Moniruzzaman mengatakan pemerintah telah memberikan jaminan terkait penggantian hewan tersebut. "Kami telah diberitahu bahwa harga kerbau akan dibayar atau hewan dengan nilai yang sama akan diberikan untuk kurban," ujarnya.

Kerbau albino sendiri tergolong sangat langka di Bangladesh. Kondisi genetik albino menyebabkan pigmen pada kulit dan bulu hewan berkurang sehingga menghasilkan warna pucat atau terang.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |