Anggaran Kurang Rp 2 T Lebih, Kepala Basarnas Ungkap Dampaknya Ini

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghadapi kebutuhan anggaran yang jauh lebih besar dari pagu yang tersedia untuk 2027. Selisih kebutuhan tersebut mencapai lebih dari Rp2 triliun.

Pagu anggaran Basarnas untuk 2027 ditetapkan sebesar Rp1,56 triliun. Angka tersebut masih jauh di bawah kebutuhan awal lembaga yang mencapai Rp3,86 triliun.

"Kami sampaikan bahwa pagu kebutuhan awal Basarnas sebesar 3,86 triliun, apabila pagu kebutuhan tersebut dibandingkan dengan pagu anggaran yang ada yaitu Rp1,56 triliun maka akan terdapat backlog anggaran sebesar Rp2,29 triliun. Kami sampaikan rincian pagu kebutuhan, pagu anggaran, dan backlog per program dan per belanja seperti yang kami sampaikan pada slide," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Kesenjangan tersebut terlihat pada berbagai kebutuhan Basarnas, mulai dari kegiatan operasional hingga sarana dan prasarana. Peralatan pencarian dan pertolongan menjadi bagian penting karena kegiatan SAR membutuhkan dukungan peralatan yang siap digunakan setiap saat.

Backlog terbesar berada pada kebutuhan pengelolaan sarana dan prasarana SAR. Nilainya mencapai sekitar Rp1,3 triliun dan menjadi salah satu komponen terbesar dalam kebutuhan tambahan anggaran Basarnas.

"Ini adalah detail pagu kebutuhan, pagu anggaran, dan backlog per kegiatan pada program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana. Backlog terbesar adalah pengelolaan sarana dan prasarana SAR dengan nilai sebesar Rp1,3 triliun," ujarnya.

Kebutuhan peralatan tersebut juga berhubungan dengan cakupan tugas Basarnas yang meliputi berbagai kondisi kecelakaan dan bencana. Peralatan harus tersedia untuk mendukung operasi di darat, laut, maupun kondisi medan khusus.

Untuk belanja modal 2027, Basarnas telah mengalokasikan Rp55,3 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk sejumlah peralatan penyelamatan dan kebutuhan pendukung kantor SAR baru.

"Untuk belanja modal Basarnas tahun 2027 sebesar Rp55,3 miliar dibelanjakan untuk pengadaan peralatan high-angle rescue, peralatan mountaineering, peralatan underwater rescue, peralatan ESC Inasar, peralatan NAP Inasar, sistem komunikasi, mebeler asrama dan pemenuhan sarana prasarana kantor SAR baru yang ada di Surakarta dan Banyuwangi," kata Syafii.

Basarnas juga telah mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah untuk menutup sebagian kebutuhan yang belum terakomodasi dalam pagu awal. Usulan tersebut mencakup kebutuhan gaji, pemeliharaan sarana dan prasarana, kegiatan prioritas nasional, hingga operasional kantor.

"Kami mengusulkan tambahan anggaran ke Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas sebesar Rp2,16 triliun yang akan kami gunakan untuk membiayai: yang pertama kekurangan pembayaran gaji calon pegawai Basarnas sebesar Rp135,37 miliar, kekurangan anggaran pemeliharaan sarpras peralatan SAR sistem komunikasi dan peralatan teknologi informasi sebesar Rp213,57 miliar, pemenuhan kegiatan prioritas nasional untuk pemenuhan RPJMN 2025 sampai 2029 sebesar Rp1,48 triliun, rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana banjir di Sumatera sebesar Rp5,1 miliar, pemenuhan kantor SAR baru sebesar Rp2,17 miliar, pemenuhan tusi Basarnas pada program SAR Rp205,4 miliar, pemenuhan tusi Basarnas pada program dukungan manajemen sebesar 66,54 miliar, kekurangan anggaran operasional kantor sebesar Rp49,71 miliar," bebernya.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |