Badan PBB Kirim SOS, Malapetaka Kelaparan Ancam Negara Muslim Ini

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Somalia  kembali berada di ambang krisis kemanusiaan besar. Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau World Food Programme (WFP) memperingatkan situasi kelaparan di negara tersebut memburuk dengan cepat dan berpotensi berkembang menjadi bencana kelaparan massal apabila pendanaan darurat tidak segera tersedia.

"Negara ini menghadapi salah satu krisis kelaparan paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir, dengan seperempat penduduk menghadapi tingkat kerawanan pangan yang kritis atau lebih buruk," dilansir dari akun X @WFP.

Peringatan ini disampaikan di tengah kombinasi dua musim hujan yang gagal, konflik berkepanjangan, serta gelombang pengungsian besar-besaran yang mendorong jutaan warga ke dalam kondisi rawan pangan tingkat parah.

Dilansir dari TRTWorld, Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WFP, Ross Smith, mengatakan kepada wartawan di Jenewa pada Jumat bahwa situasi saat ini menunjukkan tanda-tanda peringatan dini yang jelas.

Sekitar 4,4 juta orang, atau seperempat populasi Somalia, kini mengalami tingkat kelaparan kategori krisis atau lebih buruk. "Kami saat ini berada di ambang momen yang sangat menentukan," ujar Smith.

Ia menegaskan, bantuan pangan dan nutrisi penyelamat jiwa dari WFP dapat terhenti "dalam beberapa minggu" jika sumber pendanaan baru tidak segera diamankan.

Kondisi anak-anak menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan. Hampir dua juta anak dilaporkan mengalami malnutrisi akut, termasuk lebih dari 400.000 anak dalam kategori malnutrisi akut berat. Dalam lima bulan terakhir saja, sekitar setengah juta orang terpaksa mengungsi akibat situasi yang terus memburuk.

Keterbatasan dana telah memaksa WFP memangkas operasionalnya secara signifikan. Saat ini lembaga tersebut hanya mampu membantu sekitar 640.000 orang, turun tajam dibandingkan 2,2 juta penerima manfaat pada periode yang sama tahun lalu. Dukungan nutrisi bagi perempuan hamil dan anak-anak bahkan anjlok lebih dari 75 persen.

"Tanpa tindakan mendesak, kami mungkin tidak dapat menjangkau kelompok paling rentan tepat waktu, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak," kata Smith.

Ia menambahkan, Somalia kini kembali berada pada lintasan yang sama seperti krisis kelaparan sebelumnya.

WFP mengingatkan, tanda-tanda awal yang muncul sangat mirip dengan situasi sebelum kelaparan besar 2011 serta krisis nyaris kelaparan pada 2022 yang ketika itu berhasil dihindari berkat bantuan kemanusiaan berskala besar. Lembaga tersebut menegaskan bahwa kapasitas operasional untuk merespons sebenarnya tersedia, namun dukungan finansial segera menjadi kunci untuk mencegah bencana yang lebih luas.

Dengan kondisi yang terus memburuk dan waktu yang semakin sempit, WFP mengirimkan sinyal darurat kepada komunitas internasional agar segera mengucurkan dana tambahan sebelum Somalia kembali terjerumus ke dalam tragedi kelaparan massal.

[Gambas:Twitter]

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |