Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara mengenai aset Indonesia di Venezuela, pasca invasi dari Amerika Serikat. Menurutnya, konflik ini belum memberikan pengaruh terhadap salah satu aset yang dimiliki yaitu dimiliki melalui PT Pertamina (Persero).
"Kita belum melihat adanya perubahan," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2025).
PT Pertamina (Persero) tercatat memiliki lapangan minyak di Venezuela. Aset tersebut berada di bawah pengelolaan Maurel & Prom (M&P), yang 71,09% sahamnya dimiliki PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).
Managers Relations Subholding Upstream Pertamina, Regional 5 International Pertamina Dhaneswari Retnowardhani, juga menegaskan bahwa tidak ada dampak dari kejadian itu terhadap aset Pertamina di Venezuela.
"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," katanya, dalam keterangan resmi.
Namun PIEP akan terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamikak dan situasi yang berkembang. Serta menjalin koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian.
Dampak Kerja Sama Pemerintah RI - Venezuela
Dalam kesempatan itu Airlangga juga menjelaskan adanya dampak terhadap kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan Venezuela di bidang minyak dan gas. Pasalnya adanya perubahan pemerintah di Venezuela.
"Tentunya ada perubahan ya, perubahan yang terjadi kemarin itu karena kan pemerintahannya berganti," kata Airlangga.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan antar dua negara di bidang minyak dan gas bumi.
Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU), dengan penandatangan Menteri ESDM Republik Indonesia Arifin Tasrif bersama Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea, Kamis (18/1/2024) lalu.
MoU antar kedua negara tersebut, diantaranya adalah mencakup kerja sama bisnis hulu migas antar kedua negara, penerapan peningkatan perolehan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery), pengembangan dan penerapan teknologi serta praktik terbaik untuk mengurangi dampak lingkungan di bidang energi, penyimpanan dan penangkapan karbon dan pengurangan gas suar bakar, serta bidang-bidang usaha yang disepakati oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan/atau swasta dari para pihak tanpa merugikan atau menyesuaikan dengan kontrak, perjanjian yang ada.
Dengan payung perjanjian antar kedua tersebut, PT. Pertamina (Persero), sebagai BUMN milik Indonesia di sektor energi, melalui Pertamina International EP (PIEP) diharapkan bisa menjajaki peluang dalam mengakuisisi blok-blok migas baru Venezuela. Hal itu juga untuk menguatkan eksistensi PIEP yang telah berinvestasi di Venezuela melalui perusahaan Maurel et Prom (M&P).
(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)







