Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi salah satu langkah yang ditempuh bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya kebutuhan dolar AS di pasar domestik.
Destry mengatakan, stabilitas menjadi fokus utama BI dalam merumuskan kebijakan moneter. Karena itu, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
"Yang dilakukan BI adalah seperti yang kami lakukan hari ini menaikkan suku bunga 25 bps karena stabilitas jadi fokus kami," kata Destry dalam konferensi pers RDG BI, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, dalam satu bulan terakhir BI telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif hingga 100 bps. Kebijakan tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil berbagai instrumen keuangan domestik sehingga semakin menarik bagi investor asing.
Destry mencatat, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan kini telah mencapai 7,5%. Sementara itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) juga bergerak di atas level 7%, tepatnya pada kisaran 7%-7,02%.
Menurutnya, peningkatan imbal hasil tersebut bertujuan untuk menarik aliran modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia. Arus masuk dana asing dinilai penting untuk memperkuat pasokan valuta asing dan menjaga stabilitas rupiah.
"Dampaknya tujuan utama kami inflow karena ini kebutuhan kita semua untuk dolar," ujar Destry.
BI mencatat hingga 17 Juni 2026, investor asing membukukan pembelian bersih (net inflow) di pasar SBN sebesar Rp4,9 triliun. Sementara itu, aliran dana asing yang masuk ke instrumen SRBI mencapai Rp55,3 triliun.
Menurut Destry, derasnya arus modal asing tersebut telah membantu menambah pasokan valuta asing di pasar domestik dan menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
"Artinya memang dengan inflow asing masuk cukup banyak akan memasok valas di market kita. Itu setidaknya menjawab kenapa rupiah kita ada penguatan," katanya.
Ke depan, BI menegaskan akan terus mempertahankan berbagai kebijakan yang mendukung masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan global.
(haa/haa)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506324/original/047698600_1771428617-1000366559.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)

