Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris diguncang kontroversi terkait kasus kekerasan seksual ke perempuan bahkan sejak belia. Dalam laporan RT, Kamis (18/6/2026), setidaknya 250.000 gadis Inggris menderita pelecehan seksual yang mengerikan oleh jaringan geng pemerkosa.
Laporan dirilis setebal 218 halaman pada Selasa lalu. Geng tersebut dilaporkan bergerak secara terorganisir di 149 distrik Inggris, menyasar ratusan ribu perempuan kulit putih, anak laki-laki kulit putih dan gadis-gadis Sikh.
"Kesaksian para saksi menggambarkan tindakan kekerasan seksual yang paling bejat- termasuk gadis-gadis praremaja yang diperkosa ratusan kali, diancam akan dibunuh, dan disodomi oleh anjing- yang terjadi di depan mata pihak berwenang yang bertugas mencegahnya," muat laman tersebut.
"Disusun dalam waktu lebih dari setahun, laporan ini menelan biaya £600.000 (setara Rp14,21 miliar), berdasarkan wawancara dengan ratusan korban dan ribuan permintaan Informasi Publik, namun belum mendapat liputan media arus utama sama sekali," tambahnya.
Laporan Lowe mengklaim sebagian besar pelaku yang teridentifikasi dalam berbagai kasus berasal dari latar belakang Muslim Pakistan. Meskipun temuan tersebut masih menjadi perdebatan di ruang publik Inggris.
"Saya diintimidasi dengan senjata api, dan diancam akan dipotong bagian tubuh saya dengan pisau," tulis korban dalam laporan.
Secara lebih rinci, dokumen tersebut turut memuat sejumlah kesaksian korban yang menggambarkan dugaan kekerasan seksual, intimidasi, hingga eksploitasi sistematis yang berlangsung selama bertahun-tahun. Banyak korban mengaku mengalami pelecehan berulang sejak usia belia dan merasa tidak mendapatkan perlindungan yang memadai dari otoritas setempat.
"Saya dipukuli, babak belur, diperkosa... Saya dibawa ke UGD [Unit Gawat Darurat]," muat saksi lain.
Beberapa korban menggambarkan diangkut melintasi Inggris dari satu kelompok pelaku ke kelompok lain. Mereka bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan berpindah-pindah di antara para pelaku.
PM Disorot
Salah satu sorotan utama laporan adalah dugaan kegagalan institusi negara dalam menangani kasus-kasus tersebut. Lowe menuding aparat kepolisian, pekerja sosial, hingga sejumlah pejabat publik mengabaikan laporan korban karena khawatir dituduh bersikap rasis atau diskriminatif terhadap kelompok tertentu.
Laporan tersebut juga menyinggung Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer. Lowe mengkritik penanganan kasus saat Starmer menjabat sebagai Direktur Penuntut Umum pada periode 2008-2013, meski tidak menyajikan putusan hukum yang menyatakan ia terlibat dalam tindak pidana terkait kasus tersebut.
Kontroversi semakin memanas karena laporan Lowe menuduh Partai Buruh dan sejumlah pejabat daerah gagal mengambil langkah tegas dalam mengungkap skala penuh kasus eksploitasi seksual anak yang terjadi selama puluhan tahun. Meski demikian, sejumlah investigasi resmi sebelumnya, termasuk kasus Jay Inquiry dan Telford Inquiry, memang telah menemukan adanya kegagalan institusi dalam melindungi korban serta kelemahan penegakan hukum dalam beberapa kasus eksploitasi seksual anak.
Sebagai tindak lanjut, Lowe mendorong pembukaan kembali sejumlah kasus lama, penuntutan terhadap pihak yang dianggap lalai, serta deportasi bagi warga negara asing yang terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap anak. Ia juga menyatakan akan membawa sejumlah temuan laporannya ke parlemen Inggris.
Hingga kini, laporan tersebut belum mendapat dukungan resmi dari pemerintah Inggris maupun partai-partai besar. Namun, publikasi dokumen itu kembali memicu perdebatan luas mengenai penanganan eksploitasi seksual anak, imigrasi, integrasi sosial, dan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara di Inggris.
(tfa/sef)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506324/original/047698600_1771428617-1000366559.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)

