Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mega Tbk (MEGA) berbicara mengenai potensi naik kelas menjadi "big bank" RI. Bank papan tengah itu akan berupaya untuk bertumbuh agar bisa menjadi kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) IV.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pihaknya akan berupaya meningkatkan sisi neraca serta keuntungan, guna naik kelas ke KBMI IV memiliki kriteria modal inti di atas Rp70 triliun.
"Banyak bank tentu ingin meningkat ya menuju ke KBMI 4. Ya tentu, Bank Mega berusaha untuk meningkatkan aset, meningkatkan profitabilitas Bank Mega, sehingga mudah-mudahan suatu hari kita bisa menuju ke sana," ujar Kostaman saat ditemui di Auditorium Bank Mega, Selasa (31/3/2026).
Ia memaparkan bahwa saat ini bank milik CT Corpora itu menduduki posisi ke-19 bank aset terbesar di Indonesia. Sementara dari sisi profitabilitas, Kostaman menyebut pertumbuhan laba setelah pajak Bank Mega merupakan ke-10 terbesar di industri perbankan RI.
Adapun sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% secara tahunan menjadi Rp3,36 triliun. Sementara total aset pada akhir tahun lalu tercatat mencapai Rp140,83 triliun, meningkat 4% secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat hingga Desember 2025, modal inti Bank Mega mencapai Rp23,97 triliun.
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong agar jumlah bank KBMI IV bertambah. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memperkirakan ada dua hingga tiga bank berpeluang naik kelas jadi big bank.
"Tahun ini kalau saya perkirakan mungkin sekitar dua atau tiga [bank naik kelas ke KBMI IV]," kata Dian saat ditemui di Mahkamah Agung, Rabu (25/3/2026) lalu.
Menurutnya, saat ini ada sejumlah bank yang sudah mengajukan kenaikan kelas. Dian menyebut posisi permodalan mereka sudah mendekati batas untuk memenuhi syarat kategori bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun itu.
Saat ini hanya ada empat bank KBMI IV di Indonesia. Antara lain, tiga bank himpunan bank milik negara (himbara), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), kemudian satu bank swasta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).
(mkh/mkh)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

