Bos Bulog Usul TNI, Polri-ASN Dapat Jatah Lagi Beras Natura

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan agar prajurit TNI, anggota Polri, hingga aparatur sipil negara (ASN) kembali mendapatkan jatah beras dalam bentuk natura, di tengah kondisi stok beras pemerintah yang melimpah.

Usulan ini, menurut Rizal, bisa menjadi salah satu terobosan dalam penyaluran beras Bulog ke depan, sekaligus memperkuat distribusi cadangan beras pemerintah (CBP) agar lebih merata dan tepat sasaran.

"Kemudian juga kami akan mencoba menerobos ke depan mudah-mudahan kalau memang dapat restu. Dulu-dulu, kita TNI, Polri maupun ASN tuh dapat natura. Mumpung beras Bulog itu berlimpah kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu waktu kita masih kecil-kecil," ujar Rizal saat meninjau Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia memastikan, jika skema tersebut kembali diterapkan, jenis beras yang akan disalurkan adalah beras medium.

"Berasnya medium," katanya.

Sebagai informasi, beras natura merupakan skema pemberian beras dalam bentuk barang sebagai bagian dari tunjangan atau fasilitas bagi pegawai negara. Skema ini pernah lazim diterapkan pemerintah pada masa lalu, ketika sebagian kebutuhan pangan anggota TNI, Polri, maupun pegawai negeri dipenuhi melalui distribusi langsung beras dari gudang pemerintah.

Inspeksi Mendadak Menteri Pertanian dan Direktur Utama Perum Bulog dalam rangka pengecekan stok beras di JDP karawang 1 Logistic Park, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Martya Rizky)Foto: Inspeksi Mendadak Menteri Pertanian dan Direktur Utama Perum Bulog dalam rangka pengecekan stok beras di JDP karawang 1 Logistic Park, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). (CNBC Indonesia/Martya Rizky)

Lebih lanjut, Rizal menjelaskan, saat ini Bulog menjalankan strategi distribusi beras dengan melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan kolaboratif.

"Jadi untuk strategi distribusi, kami lakukan dengan koordinasi pentahelix, jadi penyaluran beras itu melibatkan seluruh stakeholder pemerintah," jelas dia.

Ia mencontohkan, dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog menggandeng berbagai pihak mulai dari aparat hingga pelaku usaha ritel modern.

"Contoh umpamanya penyaluran beras SPHP kami libatkan TNI, Polri, Pemda (pemerintah daerah), kemudian teman-teman pengusaha bahkan sampai dengan ritel-ritel modern, Alfamart, Indomaret, termasuk RPK-RPK (Rumah Pangan Kita) yang kita miliki. Nah ini kita lakukan," ujarnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bulog berharap distribusi beras dapat semakin luas, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah tingginya stok beras nasional.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |