Bos Buruh Tunjuk Biang Kerok Pabrik Ramai Hengkang-Relokasi

21 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, relokasi pabrik dari satu daerah ke lokasi lain bukan karena besaran upah buruh.

Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan awak media di tengah lokasi aksi demo yang digelar di kawasan Patung Kuda-Istana Negara, Jakarta, hari ini, Kamis (8/1/2025). Said Iqbal ditanya dampak kebijakan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Barat tahun 2026 yang ditetapkan jadi Rp2.317.601, naik Rp126.363 atau sekitar 5,77%, dari UMP 2025 yang mencapai Rp2.191.238.

UMP Jawa Barat ini di bawah Jawa Tengah yang diketok jadi Rp2,32 juta dan juga DI Yogyakarta yang jadi Rp2,41 juta. Sebagai catatan, Jawa Tengah selalu disebut-sebut jadi incaran perusahaan untuk melakukan relokasi pabriknya.

UMP Jawa Barat yang lebih rendah itu, kata dia, tidak akan mendorong gelombang relokasi pabrik ke provinsi yang dipimpin Dedi Mulyadi itu.

"Gelombang relokasi PHK itu diakibatkan faktor bukan upah. Kenapa Tangerang Raya dan Bodetabek dia relokasi ke daerah lain?" ujarnya.

"Penyebabnya itu karena harga sewa tanahnya mahal, jadi bukan upah," tambah Said Iqbal.

Menurutnya, hal itu diketahui dari pengakuan pengusaha-pengusaha.

"Saya tanya para pengusaha. Harga sewanya mahal, harga airnya mahal, pajaknya mahal. Jadi itu. Jadi apa yang harus diperbaiki? Regulasi pertanahan. Regulasi perpajakan. Regulasi cukai. Supaya tidak terjadi relokasi. Jadi kalau masih mahal, ya nggak bisa dihindari," tukas Siad Iqbal.

Dia pun mencontohkan kondisi di Jerman Barat, yang pabrik tekstilnya pindah ke Jerman Timur. Dan sekarang, kata Said Iqbal, pindah ke Polandia dan Hongaria karena Jerman Timur dan Jerman Barat bersatu. Itu hukum bisnis, sebutnya.

"Yang kedua penyebabnya adalah biaya kutipannya tinggi," ujarnya.

"Karena biaya kutipan, biaya overhead, biaya silumannya tinggi. Dia pindah ke daerah-daerah yang dibuka baru. Relokasi akan tetap terjadi kalau itu masih ada," tukas Said Iqbal.

(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |