Breaking News! IHSG Dibuka Turun 1% Pagi Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambruk 1% pagi ini, Senin (6/4/2026). Indeks turun ke level 6.945,97 atau terkikis 71,81 poin. 

Sebanyak 345 saham turun, 165 naik, dan 448 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 355,2 miliar, melibatkan 633,4 juta saham dalam 78.260 kali transaksi. 

Kapitalisasi pasar pun tergerus menjadi Rp 12.112 triliun. 

IHSG masih dibayangi oleh sejumlah sentimen global dan dalam negeri. Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump telah mempublikasikan unggahan di media sosial yang penuh kata-kata kasar, di mana ia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut gagal memenuhi tenggat hari Selasa untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua pelayaran.

Ia mengulangi ancaman sebelumnya untuk melepaskan "neraka", namun mengatakan kepada media AS bahwa ada "peluang besar" tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Iran mengejek ultimatum tersebut, menyebutnya sebagai "tindakan putus asa, gugup, dan bodoh".

Ancaman terbaru Trump muncul setelah ia mengumumkan bahwa awak kedua dari jet tempur AS yang ditembak jatuh di atas Iran telah berhasil diselamatkan dalam operasi di dalam wilayah yang sangat berbahaya.

Dari dalam negeri, pemerintah akan menggelar konferensi pers mengenai kebijakan transportasi dan BBM pada pukul 13.30 WIB. Kebijakan ini sangat ditunggu karena akan mempengaruhi masyarakat secara langsung.

Sejauh ini, pemerintah belum mengindikasikan akan menaikkan harga BBM untuk menjaga ekonomi.

Hadir dalam konferensi pers hari ini adalah -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, - Menteri Keuangan Menteri Perhubungan, dan Sekretaris Kabinet.

Selain itu, pergerakan pelaku pasar juga dipengaruhi oleh data High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi terhadap suatu emiten dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Emiten HSC merupakan emiten hanya dimiliki sedikit pihak atau pihak yang terafiliasi. Data ini mulai Kamis kemarin (2/4/2026).

Data yang lebih terbuka ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor pasar modal.

Data ini diambil berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 31 Maret 2026.

Berdasarkan ketentuan tersebut, ada sembilan saham yang sudah diumumkan Kamis kemarin dengan kepemilikan di atas 95%.

Dalam jangka pendek, aturan ini bisa memicu guncangan. Ketika saham dalam jumlah besar dilepas sekaligus, pasar langsung dibanjiri pasokan. Akibatnya, harga saham berpotensi turun tajam karena tidak diimbangi oleh permintaan yang cukup.

Dalam kondisi normal, pergerakan harga saham ditentukan oleh keseimbangan antara supply dan demand. Namun ketika terjadi overhang, keseimbangan ini terganggu secara signifikan. Investor pun sering bereaksi cepat, bahkan cenderung panik, yang memperparah tekanan jual.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |