BUMD DKI Ini Minta Izin Impor 7.500 Ekor Sapi ke Kemendag, untuk Apa?

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan sekaligus sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, rencana impor di tahun ini masih menunggu terbitnya persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Rekomendasi impor sapi sudah dimunculkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan proses administrasi persetujuan di Kemendag masih berjalan.

"Untuk saat ini kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa terbit pada akhir Januari ini. Setelah izin keluar, kami baru bisa mulai proses pembelian," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin pada tahun sebelumnya. Apabila seluruh perizinan rampung sesuai rencana, maka proses pembelian sapi akan dapat dimulai pada Februari. Kemudian, waktu kedatangan sapi hidup diperkirakan sekitar dua hingga tiga minggu setelah transaksi dilakukan.

Raditya menyampaikan, impor sapi akan dilakukan bertahap, menyesuaikan kapasitas kandang yang dimiliki.

"Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi. Jadi dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor," ujarnya.

Pekerja melakukan bongkar muat sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dari kapal Gelbray Express, Kamis (21/3/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Pekerja melakukan bongkar muat sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dari kapal Gelbray Express, Kamis (21/3/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pekerja melakukan bongkar muat sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dari kapal Gelbray Express, Kamis (21/3/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kendati demikian, Perumda Dharma Jaya saat ini sedang mencari lahan lain untuk perluasan kandang yang mampu menampung sekitar 1.000 ekor sapi hidup. Ia menjelaskan, lahan kandang di Serang tidak memungkinkan diperluas lagi, sebab lokasi tersebut peruntukan lahannya sudah ditetapkan sebagai kawasan agrowisata.

Raditya mengatakan, skema pembelian sapi impor dilakukan berkala setiap tiga bulan. Saat ini, stok sapi milik Perumda Dharma Jaya hampir sepenuhnya terserap pasar.

"Alhamdulillah, stok sapi kami sebelumnya habis. Saat ini masih tersisa sekitar 400 ekor dan itu pun sudah dipesan untuk persiapan bulan puasa," katanya.

Raditya mengungkapkan, Perumda Dharma Jaya melayani permintaan sapi dari berbagai wilayah, antara lain Jakarta, Bogor, Serang, serta sejumlah daerah di Jawa Barat.

Permintaan sapi impor ini didorong oleh kebutuhan para pedagang yang mempertimbangkan faktor genetik dan kualitas sapi impor yang berbeda dibandingkan sapi lokal.

"Kami menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Melalui langkah impor bertahap dan penguatan infrastruktur kandang, Perumda Dharma Jaya berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan daerah serta memastikan ketersediaan daging sapi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat," tandasnya.

(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |