Bursa Asia Bergerak Positif di Tengah Ancaman Trump ke Iran

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia sebagian tutup karena libur sementara bursa di Jepang dan Korea Selatan dibuka menguat. Para investor saat ini masih mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah selama akhir pekan.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,62%, sedangkan indeks Topix yang lebih luas naik 0,23%.

Sementara indeks blue-chip Kospi Korea Selatan naik 1,8%, sementara indeks saham kecil Kosdaq naik 0,98%.

Sebagian bursa di Asia tutup pada hari Senin karena libur, yang mana Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong merayakan Paskah. Sementara Tiongkok daratan dan Taiwan merayakan Festival Qingming, hari libur untuk membersihkan makam.

Mengutip CNBC Indonesia, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman baru untuk menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran mulai Selasa, jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Titik krusial pasokan minyak antara Iran dan Semenanjung Arab ini menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari.

Trump melontarkan kata-kata kasar melalui akum sosial medianya dengan bersumpah bahwa pihaknya akan mendatangkan "neraka" ke Iran.Ancaman tersebut disusul oleh pernyataan tentang batas waktu, yaitu Selasa pukul 20.00 Waktu Timur tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Gedung Putih pada hari Minggu mengatakan kepada MS NOW bahwa tanggal tersebut adalah batas waktu baru bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

Selanjutnya, Trump akan menggelar konferensi pers bersama Militer di Ruang Oval pada hari ini pukul 13.00 waktu setempat.

Iran menentang ultimatum Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa jalur air strategis tersebut hanya akan dibuka sepenuhnya setelah ganti rugi atas kerusakan akibat perang. Teheran terus melancarkan serangan terhadap sasaran ekonomi dan infrastruktur di kawasan Teluk yang berdekatan, termasuk markas minyak Kuwait.

Delapan anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya menaikkan kuota produksi mereka pada hari Minggu sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan Mei, meskipun upaya tersebut terkesan formalitas karena perang telah membatasi pengiriman dari beberapa anggota.

Sebagai informasi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Mei naik 2,57% menjadi US$114,11 per barel. Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, naik sekitar 2,62% menjadi US$111,65 per barel pada pukul 19.51 ET.

Sementara kontrak berjangka saham di Wall Street anjlok semalam karena para investor terus memantau perkembangan konflik antara AS dan Iran serta harga minyak.

Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 253 poin, atau 0,5%. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing turun 0,6% dan 0,7%.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |