Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menekan sentimen investor global.
Melansir CNBC, pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,55%, sementara Topix terkoreksi 0,7%. Bursa Korea Selatan juga bergerak di zona merah dengan Kospi melemah 0,72% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 1,94%.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turun 1,36%, mencerminkan pelemahan yang terjadi hampir di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani selera risiko investor.
Sentimen negatif tersebut mengikuti pelemahan di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat. Investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sementara kenaikan harga minyak turut membebani pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun lebih dari 100 poin setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi intraday. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,5% dan Nasdaq Composite anjlok 1,2% dengan saham-saham produsen chip memimpin penurunan.
Fokus investor kini beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pada Rabu pukul 14.00 waktu AS.
Dokumen tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai pertemuan kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, ketika bank sentral mempertahankan suku bunga namun mengisyaratkan masih terbukanya peluang kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi berlanjut.
Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, mengatakan risalah rapat FOMC kali ini berpotensi menjadi faktor yang sulit diprediksi karena Warsh dinilai tidak memberikan penjelasan yang rinci dalam konferensi pers sebelumnya.
Menurutnya, risalah tersebut kemungkinan bernada hawkish dan dapat memuat sejumlah kejutan yang memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan.
(fsd/fsd)
Addsource on Google





























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449843/original/037142600_1766116592-teja_3.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5508843/original/080072800_1771622792-20260220AA_Persija_Jakarta_vs_PSM_Makassar-14.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174417/original/068290200_1742926263-Timnas_Indonesia_vs_Bahrain-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
