Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ini cukup menggembirakan sebagian investor terutama holder saham perbankan Himbara yang akhirnya melesat signifikan usai bagi-bagi dividen jumbo. Akan tetapi sayangnya, holder saham konglomerat justru harus gigit jari di tengah kenaikan IHSG. Dikarenakan saham-saham konglomerat justru terperosok.
Hingga perdagangan sesi I, IHSG masih berada di zona hijau dengan menguat 0,23% di level 6.487,08. Dalam empat hari perdagangan pekan ini, IHSG telah mencatatkan kenaikan hingga 3,66%.
Sayangnya kenaikan IHSG dalam sepekan tak sejalan dengan pergerakan saham-saham konglomerat. Saham-saham milik para konglomerat RI kini justru mulai berbalik arah dan menuju tren penurunan.
Dua saham milik pengusaha Happy Hapsoro mencatatkan penurunan paling tajam dalam sepekan, dimana PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 18,51% dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) anjok hingga 19,75%.
Anjloknya saham-saham konglomerat dalam sepekan ini, dikarenakan arus dana investor mulai beralih ke saham-saham perbankan yang memiliki peluang cuan lebih besar efek pembagian dividen jumbo. Selain beralih ke saham perbankan Himbara, sebagian investor juga mulai berburu saham-saham BUMN yang masuk dalam Danantara. Sejumlah saham BUMN terpantau mulai mengalihkan saham milik negara ke holding operasional Danantara yang disebut dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), melalui skema inbreng.
Tercatat 14 emiten BUMN yang mengalihkan saham seri B dan C ke BKI. BUMN yang melakukan inbreng saham terdiri dari perusahaan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) hingga BUMN Karya.
14 emiten tersebut diantaranya:
• PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
• PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
• PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
• PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)
• PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)
• PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
• PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
• PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
• PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)
• PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
• PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
• PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
• PT Danareksa (Persero) atau DNRK
Jika melihat performa saham-saham BUMN diatas, semua mencatatkan kinerja harga saham yang ciamik dalam sepekan ini, usai diumumkannya struktur pengurus Danantara. Terkecuali saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang hingga kini masih di suspend.
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)