China Minggir, Eropa Makin Ganas Hantam Amerika

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama ini, China dikenal sebagai negara yang 'bertentangan' dengan Amerika Serikat (AS). Keduanya terlibat 'perang' teknologi, hingga saling blokir produk satu sama lain.

Beberapa aplikasi buatan AS bahkan diblokir total di China. Namun, langkah tegas terhadap raksasa teknologi AS ternyata bukan cuma dilakukan China.

Eropa belakangan makin tegas untuk melakukan penyelidikan atau membuat aturan terkait penggunaan banyak media sosial asal AS. Sejumlah negara di Eropa dilaporkan meningkatkan tekanannya pada para platform terkait risiko pada anak-anak.

Mengutip Reuters, salah satu negara yang melakukannya adalah Spanyol. Pemerintah setempat meminta jaksa melakukan penyelidikan pada Facebook milik Meta dan TikTok.

Kedua platform diduga menyebarkan gambar seksual anak dari AI. Hal serupa juga dilakukan di Inggris.

Sementara itu Irlandia melakukan penyelidikan soal chatbot AI X, Grok karena pemrosesan data pribadi dan produksi gambar seksual.

Sejumlah negara di Eropa juga mulai mengusulkan larangan media sosial untuk remaja. Inggris dan Jerman mempertimbangkan melakukan langkah yang sama.

Denmark jadi salah satu yang bergerak mandiri untuk membuat aturan soal pembatasan usia penggunaan media sosial. Sementara Spanyol mengusulkan larangan untuk anak di bawah 16 tahun.

Presiden Perancis Emmanuel Macron melakukan hal yang lebih ekstrem. Dia mengusulkan untuk larangan penggunaan oleh remaha bisa diterapkan di seluruh Uni Eropa, atau jika diperlukan untuk Perancis.

Jauh sebelumnya, Eropa telah memiliki aturan layanan digital (DSA) yang berlaku pada 2024. Platform media sosial terancam menghadapi denda 6% dari omset tahunan global jika tidak patuh mengendalikan konten ilegal atau berbahaya.

Namun Presiden AS Donald Trump membalasnya dengan ancaman tarif dan sanksi jika pajak teknologi dan DSA ditegakkan serta merugikan perusahaan asal negara itu.

Komisi Eropa memastikan tidak melunak pada raksasa teknologi AS. Lembaga itu mencontohkan telah melakukan sejumlah investasi pada X terkait penerapan chatbot Grok.

"Dengan langkah seperti DSA, Uni Eropa membuat masa depan digital Eropa. Uni Eropa mendukung, mendanai, dan mengatur teknologi baru dengan tujuan memperkuat demokrasi," jelas Komisi Eropa.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |