Jakarta, CNBC Indonesia - China merespons keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sejumlah tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) era Presiden Donald Trump. Beijing menegaskan kembali sikapnya bahwa perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang dan justru merugikan semua pihak.
"China secara konsisten menentang semua bentuk tindakan kenaikan tarif sepihak dan telah berulang kali menekankan bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang dan proteksionisme tidak menawarkan jalan keluar," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China kepada wartawan, Senin (23/2/2026), seperti dikutip Newsweek.
Ia menambahkan, kebijakan sepihak AS, termasuk tarif timbal balik dan tarif yang dikaitkan dengan isu fentanyl, tidak hanya melanggar aturan perdagangan internasional, tetapi juga bertentangan dengan hukum domestik AS.
"Langkah-langkah tersebut tidak melayani kepentingan pihak manapun," ujarnya.
Kritik juga disampaikan kalangan akademisi China. Li Haidong, profesor di Universitas Hubungan Luar Negeri China, mengatakan kepada Global Times bahwa kebijakan tarif baru AS berpotensi meningkatkan ketidakpastian rantai pasok global dan memperdalam ketidakstabilan tatanan perdagangan dunia.
Putusan Mahkamah Agung diambil dengan suara 6-3, termasuk dua hakim yang ditunjuk Trump, untuk membatalkan tarif besar-besaran yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act atau IEEPA). Mahkamah menilai kewenangan penetapan tarif merupakan ranah Kongres, bukan presiden.
Dalam putusan tertanggal 20 Februari, Ketua Mahkamah Agung John Roberts menyatakan tidak adanya preseden historis penggunaan IEEPA untuk penetapan tarif. Menurutnya, luasnya kewenangan yang diklaim presiden menjadi indikasi jelas bahwa kebijakan tersebut melampaui batas kewenangan yang sah.
Trump bereaksi keras terhadap putusan tersebut. Ia mengecam dua hakim yang ia tunjuk, Amy Coney Barrett dan Neil Gorsuch, dengan menyebut mereka "tidak setia".
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengumumkan rencana tarif baru sebesar 10% untuk seluruh negara, yang kemudian dinaikkan menjadi 15% sambil menunggu peninjauan kebijakan tarif baru yang ia klaim sah secara hukum.
Gedung Putih menyatakan tarif baru tersebut akan berlaku mulai Selasa dan diizinkan selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan AS 1974, kecuali diperpanjang melalui persetujuan Kongres.
Trump juga menyebut rencana kunjungan ke China pada April atas undangan Presiden Xi Jinping, dengan agenda melanjutkan pembahasan gencatan senjata dagang yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan di Busan, Korea Selatan, Oktober lalu.
(luc/luc)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

