Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono menyatakan, kawasan industri Indonesia harus terus berkembang dan memberikan multiplier effect yang maksimal bagi masyarakat. Indonesia pun bisa mencontoh Las Vegas, Amerika Serikat (AS), yang perekonomiannya mampu berkembang pesat meski memiliki keterbatasan geografis.
Sosok yang akrab disapa Darmono tersebut menyampaikan, Indonesia bisa belajar dari Las Vegas terkait pola pikir (mindset) pembangunan kawasan industri. Dalam hal ini, Las Vegas di masa lalu merupakan daerah dengan hamparan padang pasir, namun daerah tersebut dapat berkembang menjadi kota besar yang menghasilkan banyak lapangan kerja banyak dan meningkatkan daya beli masyarakatnya.
"Itu semua karena sebetulnya kreativitas dan adanya orang yang mau berjuang di daerah itu," kata dia dalam Economic Outlook 2026, Selasa (10/2/2026).
Dari situ, Darmo menilai bahwa kesuksesan pembangunan suatu daerah sebenarnya ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang ada di sana, bukan semata karena kondisi geografis alamnya.
Menurutnya, setiap daerah diperlukan SDM lokal yang benar-benar kompeten untuk mengembangkan daerah tersebut, termasuk kawasan industri, tanpa harus terlalu bergantung terhadap peran pemerintah pusat. Mengingat, tantangan maupun tugas pemerintah pusat sudah begitu banyak.
"Jadi harus di daerah itu tersebut, tadi ada yang tanya tadi. Di sana harus ada orang yang betul-betul ingin memperjuangkan daerah itu maju," imbuh dia.
Dibandingkan Las Vegas, Indonesia sebenarnya diuntungkan oleh kondisi iklim yang lebih bersahabat. Tidak ada musim dingin atau salju di Indonesia dan cuaca di Tanah Air tergolong aman bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, tantangan utama di Indonesia adalah memajukan pendidikan dan kesehatan yang nantinya akan berdampak pada kualitas kawasan industri di berbagai daerah.
Tak ketinggalan, Darmo menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan dan memajukan kawasan industri. Sebagai contoh, ketika pembangunan Kawasan Industri Jababeka dilakukan sekitar 37 tahun yang lalu, pihak Jababeka menggandeng 21 pemegang saham dalam suatu konsorsium. Keberadaan konsorsium ini tentu memudahkan Jababeka dalam membangun infrastruktur sekaligus mendatangkan beragam tenant di kawasan industri.
"Jadi, kalau teman-teman yang ingin membangun daerahnya, menciptakan lapangan kerja,memajukan rakyatnya di sana, itu sebaiknya membuat konsorsium, membuat perusahaan, patungan. Karena dengan begitu kekuatannya jadi besar dan bisa memberikan jaminan, kepastian hukum, keamanan, dan lain-lain," pungkas dia.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)


