Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
14 May 2026 14:45
Jakarta, CNBC Indonesia — Beban utang rumah tangga di sejumlah negara maju dunia ternyata sangat besar. Nilainya bahkan bisa mencapai ratusan ribu dolar Amerika Serikat (AS) per orang.
Melansir Visual Capitalist, berdasarkan data Institute of International Finance (IIF) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Swiss menjadi negara dengan utang rumah tangga per kapita terbesar di dunia pada kuartal I-2026.
Utang rumah tangga per orang di Swiss hampir mencapai US$150.000 atau sekitar Rp2,6 miliar (asumsi kurs Rp17.460/US$). Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan Amerika Serikat (AS), yang mencatat utang rumah tangga per kapita sebesar US$60.600 atau Rp1,05 miliar.
Meski begitu, tingginya utang rumah tangga tidak selalu berarti kondisi keuangan masyarakat sedang bermasalah. Di banyak negara maju, utang besar sering kali berkaitan dengan harga rumah yang mahal, pinjaman hipotek jangka panjang, serta akses kredit yang luas.
Swiss Paling Tinggi di Dunia
Swiss berada jauh di atas negara lain dalam daftar negara dengan utang rumah tangga per kapita terbesar. Beban utang rumah tangga di negara tersebut bahkan tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan sesama negara kaya.
Salah satu faktor utamanya adalah sistem hipotek di Swiss. Insentif pajak dan praktik pemberian pinjaman di negara tersebut sering kali mendorong pemilik rumah untuk mempertahankan utang hipotek dalam jangka waktu lebih lama, alih-alih melunasinya lebih cepat.
Di bawah Swiss, ada Luksemburg dengan utang rumah tangga per kapita sebesar US$96.000, disusul Norwegia US$87.900, Australia US$83.100, dan Denmark US$71.400.
Menariknya, enam dari 10 negara dengan utang rumah tangga per kapita terbesar berada di Eropa. Negara-negara tersebut adalah Swiss, Luksemburg, Norwegia, Denmark, Belanda, dan Swedia.
Beberapa negara dengan pasar properti panas juga masuk daftar ini, seperti Australia, AS, dan Kanada. Australia mencatat utang rumah tangga per kapita sebesar US$83.100, AS US$60.600, dan Kanada US$58.800.
Kanada menjadi sorotan karena memiliki rasio utang rumah tangga terhadap pendapatan tertinggi di antara negara G7. Pada pertengahan 2025, rumah tangga Kanada memiliki utang sekitar US$1,75 untuk setiap US$1 pendapatan yang bisa dibelanjakan.
Total Utang Rumah Tangga AS Paling Jumbo
Meski hanya berada di posisi ketujuh secara per kapita, AS memiliki total utang rumah tangga terbesar di dunia.
Pada kuartal I-2026, total utang rumah tangga AS mencapai US$21,2 triliun. Sebagian besar utang tersebut berasal dari hipotek atau kredit rumah. Namun, tekanan juga mulai terlihat pada kartu kredit dan kredit kendaraan.
Tingkat tunggakan hipotek di AS masih berada di sekitar level historis normal. Akan tetapi, tunggakan kredit kendaraan dan kartu kredit meningkat tajam sepanjang 2021 hingga 2025.
Pada saat yang sama, aktivitas penyitaan rumah atau foreclosure naik 26% secara tahunan pada kuartal I-2026. Meski demikian, levelnya masih jauh lebih rendah dibandingkan saat krisis perumahan 2008.
Masalah keterjangkauan rumah juga semakin berat. Rata-rata pembayaran hipotek di AS melonjak 44% sejak 2021, sehingga menambah sekitar US$600 biaya perumahan bulanan bagi pembeli rumah baru.
Utang Tinggi Belum Tentu Tanda Krisis
Kenaikan harga rumah di berbagai negara membuat utang rumah tangga semakin menjadi bagian penting dalam ekonomi modern.
Di satu sisi, utang rumah tangga yang tinggi bisa mencerminkan kepemilikan aset, akses kredit yang luas, dan pasar properti yang kuat. Namun di sisi lain, beban utang yang besar juga membuat rumah tangga lebih rentan terhadap kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi, hingga penurunan harga properti.
Dengan kata lain, utang rumah tangga yang tinggi tidak selalu berarti krisis. Namun, semakin besar utangnya, semakin sensitif kondisi keuangan masyarakat terhadap perubahan ekonomi.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471129/original/050011600_1768278486-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5445122/original/008550600_1765805179-IMG_2592.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5088300/original/077979300_1736477220-timnas-vietnam-1_ee3d146.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471327/original/073309600_1768283647-John_Herdman_-4.jpg)



