Daftar Pemasok Senjata Canggih Terbaru Amerika, Satu Ditendang

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertahanan/Perang (DoD/Pentagon) telah mencapai kesepakatan dengan beberapa raksasa teknologi untuk memasok 'senjata' militer canggih berupa tool AI di jaringan terklasifikasi (rahasia). Upaya ini merupakan bertujuan memperluas mitra penyedia tool AI untuk berbagai kebutuhan militer.

Namun, ada yang menarik. Anthropic yang sebelumnya memegang kontrak jumbo militer, tidak diajak dalam kesepakatan baru. Anthropic sebelumnya memang sempat berseteru dengan pemerintah AS karena menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom atau memata-matai warga AS.

Kendati demikian, beberapa saat lalu Presiden AS Donald Trump mengatakan telah bertemu dengan pihak Anthropic dan mendiskusikan kolaborasi strategis. Hal ini mengindikasikan hubungan pemerintahan AS dan Anthropic yang sudah melunak.

Terlepas dari hubungan yang membaik, nyatanya pemerintah AS tetap bertahan untuk menyingkirkan peran Anthropic dalam militer AS. Lantas, siapa saja raksasa teknologi yang meneken kerja sama baru dengan Pentagon?

Dikutip dari Reuters, Senin (4/4/2026), ada 7 raksasa teknologi yang diajak bermitra. Masing-masing adalah SpaceX, OpenAI, Google, Nvidia, Reflection, Microsoft, dan Amazon Web Services (AWS). Beberapa di antaranya sebelumnya sudah bekerja sama dengan Pentagon.


Adapun peran para raksasa teknologi tersebut, menurut Pentagon, meliputi integrasi ke jaringan rahasia pemerintah, serta menyediakan akses militer ke produk-produk mereka untuk digunakan pada topik-topi sensitif.

Di antara nama-nama kawakan tersebut, Reflection AI merupakan salah satu yang namanya belum terlalu dikenal. Perusahaan itu telah mengamankan pendanaan senilai US$2 miliar pada Oktober lalu, dibekingi 1789 Capital. Modal ventura tersebut terkait dengan Donald Trump Jr sebagai mitra dan investor.

Tool AI digunakan untuk perencanaan, logisitk, penargetan musuh, serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mendukung operasional militer lainnya secara lebih efisien dan cepat. Pentagon mengatakan pihaknya menghindari 'kendala vendor', seperti yang dialami ketika bermasalah dengan Anthropic. Untuk itu, kemitraan langsung dijalin dengan beberapa vendor sekaligus.

Sebagai informasi, ketegangan antara Anthropic dan pemerintah AS terjadi sebelum AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Meskipun pemerintahan Trump langsung melarang penggunaan tool AI Anthropic, tetapi WSJ melaporkan tool AI tersebut masih digunakan dalam perang melawan Iran. Antara lain untuk penargetan musuh dan simulasi tempur. 

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |