Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
06 April 2026 17:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan geopolitik yang bereskalasi menjadi konflik terbuka sejak 28 Februari 2026 telah memberikan tekanan yang cukup signifikan pada stabilitas pasar keuangan global.
Melalui pembaruan data historis per Desember 2025 yang disandingkan dengan kondisi pasar terkini, lanskap kekayaan sepuluh orang terkaya di Asia memperlihatkan dinamika fluktuasi yang kuat.
Ketidakpastian arah ekonomi makro serta gangguan pada supply chain internasional memaksa terjadinya koreksi valuasi pada sejumlah industri, sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi sektor lainnya.
Foto: Peralatan militer pasukan darat ikut serta dalam latihan tembak langsung jarak jauh yang menargetkan perairan di selatan Taiwan, dari lokasi yang tidak diungkapkan dalam cuplikan video yang dirilis oleh Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) pada 30 Desember 2025. (via REUTERS/EASTERN THEATRE COMMAND)
Tekanan pada Sektor Infrastruktur dan Investasi Global
Konglomerat yang portofolio bisnisnya sangat bergantung pada stabilitas pasar modal dan komoditas global merasakan dampak terberat dari krisis ini.
Mukesh Ambani tetap menduduki posisi puncak orang terkaya di Asia, namun mencatatkan penyusutan nominal paling besar, yakni turun US$ 21,7 miliar. Gautam Adani turut mengalami penurunan aset sebesar US$ 5,3 miliar akibat sentimen negatif pada sektor infrastruktur.
Tekanan pasar juga menghantam ekosistem investasi dan teknologi, di mana valuasi kekayaan Ma Huateng anjlok sebesar US$ 12,2 miliar, disusul oleh portofolio Masayoshi Son yang tergerus hingga US$ 9,1 miliar di tengah tren penghindaran risiko oleh para investor.
Resiliensi Sektor Ritel dan Energi Alternatif
Di tengah sentimen pasar yang melemah, beberapa sektor justru memperlihatkan ketahanan yang solid. Valuasi kekayaan Zhang Yiming dari sektor platform digital terpantau stabil tanpa penyusutan.
Sementara itu, sektor ritel yang dikendalikan oleh Tadashi Yanai justru membukukan lonjakan aset sebesar US$ 6,5 miliar yang membawanya naik dua peringkat.
Selain itu, ancaman krisis suplai energi yang dipicu oleh perang telah mendorong sentimen positif terhadap industri energi terbarukan. Hal ini berdampak langsung pada tumbuhnya kekayaan Robin Zeng di sektor baterai kendaraan listrik sebesar US$ 3,2 miliar.
Berikut adalah tabel rincian pergerakan aset sepuluh orang terkaya Asia berdasarkan data Desember 2025 dibandingkan dengan valuasi saat ini:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)







:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)


