Demam Emas Guncang Negara Ini, Ramai Warga Bawa Kapak Gali Tanah

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Demam emas kini melanda pemukiman kumuh di Afrika Selatan, wilayah timur Johannesburg. Puluhan warga pencari keberuntungan berbondong-bondong ke permukiman Springs, sekitar 50 kilometer (30 mil) di sebelah timur kota, menjelajahi tanah untuk mencari emas.

Mereka beramai-ramai datang menggali tanah di wilayah itu. Bermodal kapak, mereka tiba hampir dalam semalam ke wilayah tersebut.

"Mereka menyebar seperti virus," kata penjaga keamanan sekitar Princess Thoko Mlangeni, 33, dikutip AFP, Selasa (17/2/2025).

Invasi mendadak ke Springs ini menggila sejak harga emas melonjak melewati US$5.000 per ons tahun ini. Harga emas dunia, memang sudah naik dua kali lipat dari level Januari.

Warga datang setelah mendengar kabar bahwa seseorang menemukan emas, setelah menggali lubang tiang pagarnya dan memperhatikan warna tanah yang tidak biasa lalu mengujinya di dalam air.

Kabar menyebar di media sosial, dan membuat dalam beberapa hari, ladang itu dipenuhi oleh para pencari emas yang penuh harapan.

"Saya hanya menemukan sedikit sekali," kata Mlangeni yang juga mencoba peruntungannya, menunjukkan sebagian kecil kuku jarinya.

Hal sama juga dikatakan Siyabonga Sidontsa. Ia dengan semangat memasukkan tanah ke dalam karung tepung jagung kosong.

"Saya datang hari Selasa. Saya tinggal 30 menit berjalan kaki dari sini, dan saya membawa karung-karung itu kembali dengan itu," katanya.

Memproses 10 karung tanah setiap hari, ia mengatakan bahwa dalam lima hari ia telah menghasilkan 450 rand (sekitar 474 ribu). Angka itu lebih banyak daripada penghasilannya dalam seminggu biasa sejak kehilangan pekerjaan berkebunnya lima tahun lalu.

"Saya mendapat sedikit sekali, tetapi saya bisa membeli makanan dengan itu," kata ayah tiga anak berusia 47 tahun itu.

Bukan hanya tanah, para pria juga dilaporkan menembus tanah hitam pekat, dan kotoran sapi demi menggali emas. Sebagian mengatakan membuka tambang ini jadi jalan mencari nafkah.

Afrika Selatan, yang sejak lama terkenal dengan kekayaan mineralnya. Negara ini juga mengalami kegilaan serupa pada tahun 2021.

Ketika itu, batu-batu seperti kristal yang ditemukan di provinsi KwaZulu-Natal memicu demam berlian. Namun kemudian ketika dikonfirmasi oleh para ahli, batu-batu ini hanyalah kuarsa.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |