Detak Jantung Mulai Tak Teratur di Usia Lanjut? Saatnya Lakukan Ini

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat usia lanjut, fase krusial dalam hidup pun dimulai. Pasalnya, risiko berbagai penyakit meningkat, termasuk gangguan jantung seperti aritmia, yaitu kelainan irama jantung yang menyebabkan detak terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur.

Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti stroke, gagal jantung, hingga kematian mendadak. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah.

Menurut dr. Rerdin Julario, Sp.JP(K) Aritmia dari Mayapada Hospital Surabaya, banyak kasus aritmia pada lansia tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya sering dianggap keluhan ringan atau bagian dari penuaan.

"Terdapat tanda aritmia yang perlu diwaspadai antara lain, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, pusing atau kepala terasa ringan, kelelahan tanpa sebab jelas, sesak napas, nyeri dada, dan pingsan mendadak," jelas dr. Rerdin dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

Selain mengenali gejalanya, dr. Rerdin menjelaskan pentingnya pemeriksaan medis untuk mendeteksi aritmia.

"Pemeriksaan dapat dilakukan melalui elektrokardiogram (EKG) untuk melihat irama jantung, Holter Monitor yang merekam aktivitas jantung selama 24-48 jam, serta ekokardiogram untuk menilai struktur dan fungsi jantung. Tes darah juga membantu memeriksa kadar elektrolit dan hormon tiroid, serta wearable device seperti smartwatch yang kini dapat mendeteksi pola detak jantung abnormal," jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan dan skrining rutin penting bagi lansia, karena adanya perubahan alami pada struktur dan fungsi jantung, seperti penebalan dinding, melambatnya sistem kelistrikan jantung, serta gangguan keseimbangan elektrolit tubuh.

"Selain itu, lansia juga memiliki faktor risiko yang memicu aritmia, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan pembesaran jantung, penyakit jantung koroner yang menghambat aliran darah, ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, magnesium, atau natrium, serta penggunaan obat tertentu seperti obat tekanan darah, antidepresan, dan obat flu. Karena itu, skrining sangat penting untuk mencegah komplikasi, menyesuaikan terapi, meningkatkan kualitas hidup, dan menekan biaya pengobatan di masa depan," tegas dr. Rerdin.

Kabar baiknya, dr. Rerdin mengungkap beberapa langkah sederhana untuk mencegah aritmia.

"Lakukan pemeriksaan jantung rutin, konsumsi makanan bergizi seimbang, batasi kafein, alkohol, dan rokok, berolahraga ringan secara teratur, serta mengelola stres melalui meditasi atau aktivitas santai. Penting juga untuk minum obat sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikannya tanpa konsultasi," tutupnya.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan jantung masyarakat, Mayapada Hospital Surabaya melalui Heart & Vascular Center berkomitmen mendukung pencegahan hingga rehabilitasi aritmia secara kolaboratif dan komprehensif melalui tiga pilar utama layanan: Advanced Treatment mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), dan kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup jantung dengan pendekatan terkini; Emergency Excellence menghadirkan penanganan kegawatdaruratan jantung yang terintegrasi dengan respon cepat, tepat, memenuhi standar protokol internasional melalui layanan Cardiac Emergency didukung dokter spesialis 24 jam standby on-site yang dapat diakses via call center 150990 atau Emergency Call di MyCare, dan Chest Pain Unit untuk deteksi nyeri dada; serta Team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.

Pendekatan multi disiplin tersebut membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD).

Layanan ini juga memiliki Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan, memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.

Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |